76 Tenaga Kesehatan di Sikka Dites ‘Swab’
Editor: Koko Triarko
MAUMERE – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak Kamis (26/11/2020) malam dan Jumat (27/11/2020), telah melakukan pengambilan sampel swab dari 76 tenaga kesehatan (nakes) setempat.
Tenaga kesehatan ini berasal dari RS. Santo Gabriel Kewapante dan RS TC Hillers Maumere, yang pernah menangani pasien SH(63), yang pernah menjalani perawatan di dua rumah sakit itu, selama sepekan sebelum meninggal akibat Covid-19, Rabu (25/11/2020).
“Petugas Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sikka, selama dua hari ini telah melakukan pengambilan sampel swab,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, saat ditemui Cendana News di kantor BPBD Sikka, Jumat (27/11/2020).
Petrus mengatakan, pengambilan sampel swab ini selain dari 76 nakes di dua rumah sakit, juga dilakukan terhadap tujuh warga Pulau Pemana, Kecamatan Alok, yang pernah kontak erat dengan pasien positif Covid-19 berinisial SH yang meninggal dunia.

Ditambahkannya,,pengambilan sampel swab juga dilakukan terhadap 14 warga yang melakukan kontak erat dengan dua pelaku perjalanan yang positif Covid-19 berinisial MAS, dan anaknya berinisial IDI yang dalam tiga hari terakhir menjalani perawatan di Ruang Isolasi RS TC Hillers Maumere.
“Sampel swab ini, besok Sabtu (28/11/2020) akan kami kirim ke Kupang untuk diperiksa di laboratorium Biologi Molekular RSUD Prof. W.Z. Johannes Kupang,” ungkapnya.
Petrus menjelaskan, puluhan nakes yang diambil sampel swabnya itu terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga nakes lainnya, yang pernah menangani pasien Covid-19 berinisial SH.
“Setiap nakes dan warga yang melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19, dilakukan dua kali pengambilan sampel swab,” terangnya.
Sementara itu Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, dikonfirmasi usai kegiatan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sikka meminta agar segenap elemen masyarakat jangan panik terkait meninggalnya seorang pasien Covid-19, dan dua orang lainnya yang masih dirawat di ruang isolasi.
Robi, sapaannya, menegaskan pemerintah kabupaten Sikka siap menanganinya dengan melakukan penelusuran warga dan tenaga kesehatan yang melakukan kontak erat dengan pasien tersebut.
“Saya minta warga agar jangan panik, sebab pemerintah siap menangani dengan melakukan penelusuran, pengambilan swab terhadap tenaga kesehatan dan warga yang melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19,” ucapnya.
Robi juga meminta agar warga tetap menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker, cuci tangan dan menghindari kerumunan orang serta menjaga jarak untuk mencegah penularan Covid-19.