Sambut Musim Hujan, Petani di Sikka Mulai Bersihkan Lahan
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Para petani di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah mulai membersihkan kebun dan lahan pertanian mereka menyambut musim hujan yang diperkirakan akan terjadi di Bulan Oktober 2020 nanti.
Pemerintah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Sikka diminta untuk benar-benar memperhatikan ramalan cuaca dari Badan Meteorologi,Klimatologi dan Geofisika mengingat kondisi cuaca saat ini tidak menentu.
“Petani harus diberitahu waktu yang pas untuk menanam mengingat cuaca tidak menentu. Ini penting untuk menghindari gagal tanam dan gagal panen,” sebut Direktur Wahana Tani Mandiri, Carolus Winfridus Keupung, Rabu (23/9/2020).

Win sapaannya menyebutkan, meski cuaca mendung beberapa hari terakhir namun angin kencang menyebabkan hujan tidak kunjung turun dan diperkirakan Kabupaten Sikka hujannya akan terlambat.
Menurutnya, kebiasaan para petani saat hujan pertama langsung menanam tetapi berkaca dari musim tanam tahun 2019 lalu dimana setelah hujan pertama, hujan tak kunjung turun dalam kurun waktu lama dan tanaman pun mati.
“Harus diantisipasi termasuk penyediaan benih cadangan bagi petani, misalnya benih tanaman selain padi dan jagung yang berumur pendek dan membutuhkan sedikit air seperti kacang hijau,” sarannya.
Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Kupang, Fera Adrianita, dalam rilisnya menyebutkan, ada 14 wilayah di Provinsi NTT yang berisiko mengalami kekeringan.
Fera menyebutkan, sebanyak 14 daerah tersebut perkiraan musim hujannya terlambat karena sudah 60 hari tidak mengalami hujan ringan sehingga perlu adanya antisipasi terjadinya kekeringan.
“Daerah-daerah yang berisiko menghadapi kekeringan meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Sikka, Lembata, Alor, Sumba Timur, Sabu Raijua, Rote, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Belu,” paparnya.
Sebanyak 14 daerah ini, kata Fera, statusnya sudah awas karena peluang hujan ke depan rendah sehingga pihaknya memberikan peringatan dini terkait kekeringan meteorologis.
Fera menambahkan, untuk wilayah NTT perkiraan hujannya terjadi pada bulan November dan Desember 2020. Wilayah yang pertama memasuki musim hujan yakni Manggarai dan terjadi di Bulan Oktober.
“Manggarai perkiraan hujannya pada Bulan Oktober dan saat ini memang terjadi hujan tapi curah hujannya kecil saja,” jelasnya.