Warga Banyumas Rintis Usaha Ayam Panggang Atasi Dampak Pandemi

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, tak menyurutkan pelaku UMKM di Kabupaten Banyumas untuk merintis usaha. Tetap ada warga yang berani mengawali usaha di tengah sulitnya perekonomian saat ini.

Salah satunya Astri Yana, yang membuka usaha ayam panggang. Dengan mengantongi resep warisan leluhur serta cara memasak model lama menggunakan tungku, Astri Yana optimis mampu membangun bisnisnya di tengah keterpurukan ekonomi akibat pandemi.

“Ayam Panggang Autentik ini cara memanggangnya khusus menggunakan tungku dan benar-benar dipanggang, bukan dibakar. Jadi, beda antara dipanggang dan dibakar, kalau dipanggang ayam tidak tersentuh api. Dan, bumbu-bumbunya juga menggunakan resep zaman dulu,” katanya, Rabu (19/8/2020).

Pemilik Warung Ayang Panggang Mba Lies, Astri Yana (baju putih) bersama ibunya yang menjadi nama warung, Mba Lies, Rabu (19/8/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Lebih lanjut Astri Yana menuturkan, nama Ayam Panggang Autentik Mba Lies diambil dari nama ibunya, Lies, yang memiliki resep-resep khusus tersebut.

“Kita baru buka beberapa hari, tepatnya pada Sabtu (15/8/2020) kemarin, namun pengunjung sudah cukup banyak. Masakan yang kita sajikan ternyata pas dengan lidah orang Banyumas,” katanya.

Menurut  Astri Yana, kunci kelezatan dari ayam panggang buatannya berasal dari bahan-bahan pilihan segar yang terjaga mutunya, serta teknik pengolahan dan cara memasak yang unik. Yaitu, ayam dipanggang menggunakan tungku kayu dan proses pemanggangan dilakukan secara perlahan, sehingga memakan waktu cukup lama. Namun hasilnya, tekstur daging ayam kampung menjadi empuk dan nikmat.

Untuk melengkapi hidangan ayam panggang, warung ini juga menyediakan aneka wedangan  yang diracik dari berbagai macam bahan alami herbal khas Indonesia. Salah satunya, Wedang Jaselang, minuman tradisional Jawa yang terbuat dari jahe, merica, kayu manis, secang dan kapulaga. Minuman ini mempunyai  khasiat untuk menjaga daya tahan tubuh di kondisi pandemi seperti sekarang ini.

Dengan konsep masakan yang beda dan minuman yang juga disesuaikan dengan kondisi pandemi, Astri Yana mengaku optimis bisa mengibarkan bisnisnya di tengah pandemi.

“Kunci untuk menarik pelanggan adalah kita terapkan protokol kesehatan dengan baik, sehingga pelanggan merasa aman dan nyaman makan di sini. Semua pengunjung wajib menggunakan masker dan ada petugas yang mengukur suhu tubuh di pintu masuk. Kita juga menyediakan hand sanitizer serta tempat cuci tangan,” katanya.

Astri Yana berharap, usaha yang dirintisnya ini mampu menopang pertumbuhan ekonomi warga sekitar yang terdampak pandemi. Selain membuka lapangan kerja, lokasi warung yang berada di jalur menuju Lokawisata Baturaden, juga diharapkan mampu mendukung perkembangan sektor pariwisata yang sedang terpuruk.

Sementara itu salah satu penikmat ayam panggang Mba Lies, Nugroho Pandu, mengatakan, selain rasanya yang nikmat dan berbeda dengan ayam panggang pada umumnya, harganya juga terjangkau. Paket ayam panggang untuk tiga orang, sudah lengkap dengan nasi dan lauk lainnya, hanya dibandrol Rp115.000.

“Sangat puas makan di sini, ayamnya enak dan murah, suasanyanya juga enak, sangat pas dengan hidangannya, serba nuansa Jawa zaman dulu,” tuturnya.

Lihat juga...