Tabulampot Solusi Budi Daya Tanaman di Lahan Sempit
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Lahan terbatas di wilayah perkotaan di Bandar Lampung, tidak menghalangi warga untuk melakukan budi daya tanaman buah.
Anjar, salah satu warga di Teluk Betung, Bandar Lampung, menyebut solusi pemanfaatan lahan terbatas dilakukan dengan menggunakan pot. Media tanam pot menjadi alternatif, di samping polybag dan bekas kemasan makanan.
Menurutnya, jenis tanaman pertanian yang cocok dibudidayakan di lahan sempit perkotaan, beragam. Ia memilih jenis bibit tanaman yang cepat berbuah. Asal tanaman dari penyedia bibit bersertifikat, diperoleh melalui pembelian online toko terpercaya. Ia menanam buah jambu madu deli medan, avocad, kelengkeng dan sawo.

Pilihan budi daya tanaman buah dalam pot (tabulampot) cocok dilakukan di lahan terbatas. Anjar memanfaatkan media tanam dari drum bekas, pot plastik, bekas galon air mineral, pot dari semen hasil buatannya. Semua jenis media tanam menyesuaikan jenis tanaman buah. Memanfaatkan tanah gembur, kompos, pupuk.
“Pemilihan media tanam yang tepat berupa jenis pot dan tanah, menjadi kunci pertumbuhan tanaman akan cepat dan menghasilkan buah berkualitas, untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus membeli,” terang Anjar, Senin (24/8/2020).
Anjar yang merupakan pecinta tanaman buah mengaku, bibit hasil perbanyakan sistem cangkok, sambung pucuk menjadi pilihan. Sebab, jenis tanaman yang dikembangkan dengan sistem cangkok, sambung pucuk cepat berbuah dan memiliki sifat asli dengan indukannya. Buah favorit jenis jambu madu deli medan yang dibeli seharga Rp150.000 telah berbuah sejak ditanam setahun silam.
Membudidayakan tanaman buah dalam pot, menurutnya memiliki manfaat ganda. Sebagai penghasil buah segar, ia bisa mendapatkan kualitas terbaik tanpa penggunaan zat kimia. Pemakaian pupuk organik dengan meminimalisir zat kimia menjadikan buah yang diperoleh menyehatkan. Perawatan benar dengan membungkus buah memakai plastik menghindari pembusukan akibat lalat buah.
“Perawatan tanaman buah dalam pot harus telaten dengan pengurangan daun, pemupukan, dan pemantauan hama,” terang Anjar.
Memiliki belasan tanaman buah dalam pot didominasi jambu madu deli medan, Anjar memperbanyak indukan. Selain di halaman depan rumah akibat keterbatasan lahan, penanaman buah dalam pot dilakukan di halaman belakang. Sebagian warga yang mengikuti jejaknya memanfaatkan teras lantai dua untuk budi daya tanaman buah dalam pot.
Bermodal sekitar Rp500ribu untuk membeli bibit berbagai jenis tanaman buah, Anjar menambah koleksi tanaman. Sistem cangkok dan sambung pucuk yang dipelajari dari Youtube, membuat ia bisa mendapatkan bibit baru. Perbanyakan tanaman memakai sistem cangkok lebih mudah, murah dan cepat. Dalam jangka dua bulan setelah berakar, bibit tanaman baru bisa dipindah pada media tanam baru.
“Manfaat ganda tanaman buah dalam pot sebagai hobi, menyediakan udara segar dengan adanya tanaman hijau bagi lingkungan dan bisa memetik hasil budi daya sendiri,” cetus Anjar.
Pecinta tanaman buah, Stevani, juga memanfaatkan media tanam pot karena lahan terbatas. Memiliki lahan seluas sekitar 150 meter persegi, sebagian besar digunakan untuk bangunan. Pemanfaatan lahan terbatas dilakukan olehnya memakai pot sistem gantung, tempel dan vertikal. Jenis tanaman yang dibudidayakan meliputi berbagai jenis tanaman buah.
“Fungsi tanaman sebagai penghias halaman, namun sekaligus memberi hasil untuk konsumsi buah segar,”cetusnya.
Ketersediaan bibit tanaman buah di wilayah Bandarlampung, menurutnya mudah diperoleh. Berbagai jenis tanaman buah yang dikembangkan berupa jambu jamaica, jeruk kunci, jambu jamaica, anggur. Keterbatasan lahan masih bisa diatasi dengan pemanfaatan dinding serta garasi, memakai kanopi besi sebagai rambatan tanaman buah.
Hasil panen jenis anggur hijau, jambu madu deli medan merah, putih dikonsumsi untuk kebutuhan keluarga. Memanfaatkan lahan terbatas untuk budi daya tanaman buah, diakuinya sekaligus menjadi pengisi waktu luang.