Pengeboran Sumber Mata Air di Wukirharjo Antisipasi Puncak Kemarau
Editor: Makmun Hidayat
YOGYAKARTA — Sejumlah warga Desa Wukirharjo, Prambanan, Sleman menyambut baik adanya pengeboran sumber mata air baru yang dilakukan pemerintah di desa mereka. Adanya sumur dalam yang terletak di Dusun Watukangsi itu diharapkan dapat menjadi penyuplai air bersih bagi seluruh warga desa khususnya di musim kemarau.
Salah seorang warga, Suminah menyebut daerahnya memang merupakan kawasan langganan kekeringan setiap musim kemarau. Terletak di perbukitan, warga Dusun Watukangsi biasa memenuhi kebutuhan air bersih dengan cara membeli dari truk-truk tangki. Hal itu tak lepas karena sumur-sumur dangkal warga tak lagi mengeluarkan mata air semenjak gempa 2006 lalu.
“Sejak gempa 2006, sumur mengering. Jadi kita harus beli air dari truk tangki setiap musim kemarau. Sebenarnya beberapa tahun lalu ada Pamsimas masuk ke sini. Tapi setelah salah satu sumur bor di Bleber ditutup, kita harus beli air lagi menggunakan truk tangki,” katanya Rabu (19/08/2020).
Belum lama ini pemerintah desa setempat juga telah membangun tempat penampungan air di Dusun Watukangsi untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Namun karena suplai air berasal dari sumur bor dalam di daerah yang cukup jauh maka air Pamsimas tidak bisa maksimal mengalir ke rumah-rumah warga.
“Saat ini air Pamsimas hanya mengalir setiap dua hari sekali. Jadi tidak lancar. Kita harus memiliki tandon air yang berfungsi untuk menyimpan air, sehingga bisa digunakan untuk beberapa hari. Cadangan jika sewaktu-waktu air Pamsimas tidak mengalir,” katanya.
Dengan adanya sumur bor dalam baru di dusun mereka sendiri, warga pun mengaku bersyukur. Mereka berharap, sumur bor dalam yang tengah dibuat itu bisa memenuhi kebutuhan air bersih bagi seluruh warga setiap hari.
“Mudah-mudahan adanya sumur ini, kebutuhan air bersih bagi warga terpenuhi. Sehingga kita tidak perlu lagi membeli air dari truk tangki setiap puncak musim kemarau tiba,” katanya.
Rasiyo, salah seorang operator pengeboran sumur dalam di Dusun Watukangsi mengaku sudah sekitar 1 bulan lebih mengebor mata air di kawasan perbukitan Prambanan itu. Kedalaman sumur saat ini telah mencapai 125 meter. Dengan memakai pipa 6 inch, ditargetkan sumur bor dalam tersebut akan bisa menghasilkan debit air 0,5 liter per detik.
“Saat ini kedalaman sudah sesuai target yakni sedalam 125 meter. Pengeboran membutuhkan waktu cukup lama karena memang kontur tanah berbatu sehingga cukup sulit. Namun dalam waktu dekat ini sumur bor akan segera selesai dan biss digunakan oleh warga,” katanya.