Warga di tujuh kalurahan di Bantul tak lagi khawatir soal air bersih
Admin
YOGYAKARTA, Cendana News – Masyarakat di tujuh kalurahan di Kabupaten Bantul, kini tak lagi khawatir soal ketersediaan air bersih.
Hal tersebut karena air bersih untuk tujuh kalurahan di Bantul sudah tersedia dengan adanya Sistem Penyediaan Air Minum Perdesaan (SPAMDES).
Tujuh kalurahan di Bantul yang mendapatkan manfaat air bersih dari SPAMDES, itu adalah Selopamioro, Caturharjo, Srigading, Bangunjiwo, Sendangsari, Seloharjo, dan Srimartani.
Sementara itu, pembangunan SPAMDES diprakarsai oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul.
Program tersebut dibiayai melalui dana alokasi khusus (DAK) senilai lebih dari Rp2,7 miliar.
Proyek SPAMDES di tujuh kalurahan ini diharapkan mampu memberikan layanan 548 sambungan rumah.
Selain SPAMDES, pembangunan sarana sanitasi yakni Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) juga menjadi proyek prioritas Pemerintah Bantul
Hingga akhir tahun 2022, proyek pembangunan SPALD berhasil diselesaikan dengan nilai proyek lebih dari Rp3,8 miliar.
Keberadaan proyek sanitasi di delapan kalurahan ini ditargetkan melayani 408 sambungan rumah.
Kepala DPUPKP Bantul, Aris Suharyanta, SSos, MM mengatakan, proyek pembangunan ini dilaksanakan dengan pengadaan barang dan jasa swakelola.
Dikerjakan oleh kelompok swadaya masyarakat yang ditetapkan oleh SK Lurah di masing-masing lokasi penerima program.
“Adapun proses pengerjaan proyek dilakukan dari Maret sampai November 2022,” katanya dikutip dari laman bantulkab, Selasa (27/12/2022).
Dia menjelaskan, pelaksanaan program pembangunan SPAMDES dan SPALD dinyatakan mampu melampui target yang ditetapkan di DPA.
Realisasi output SPAMDES total 617 sambungan rumah, sementara SPALD mencapai 445 sambungan rumah.
“Sehingga mampu memberi layanan yang lebih luas kepada masyarakat,“ kata Aris.
Sementara itu Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam persemian SPAMDES mengatakan permasalahan air bersih dan sanitasi merupakan hal krusial.
Terlebih di wilayah-wilayah kapanewon dengan kepadatan penduduk yang tinggi.
Dia mengatakan, jika hal itu tidak ditangani dengan tepat akan menyebabkan pencemaran sumber air yang bisa berdampak pada kualitas kesehatan masyarakat.
“Karena itu, keberadaan SPAMDES maupun SPALD memegang peranan penting dalam hal ini,” pungkasnya.