PDAM Kota Semarang Beri Diskon Ringankan Beban Warga
Editor: Koko Triarko
SEMARANG – Pandemi Corona yang turut berimbas ke perekonomian warga, mendorong Pemkot Semarang memberikan diskon bagi pelanggan Perumda Air Minum Tirta Moedal (PDAM) Kota Semarang.
Meski kebijakan tersebut bagi PDAM Kota Semarang berpengaruh pada pendapatan mereka, namun dipastikan perumda air minum milik Pemkot Semarang tersebut, tidak merevisi target laba 2020.
“Sesuai kebijakan dari Pemkot Semarang, memberikan diskon 20 persen selama tiga bulan, yakni untuk pemakaian bulan April, Mei, Juni untuk semua golongan pelanggan. Ada tujuh golongan, yakni sosial, rumah tangga, lembaga pendidikan, instansi pemerintah, industri, niaga dan kelompok khusus,” papar Direktur Utama PDAM Tirta, Moedal Yudi Indarto, di Semarang, Senin (17/8/2020).
Pemberian diskon terhadap sekitar 174 ribu pelanggan PDAM di Kota Semarang tersebut, berakibat pihaknya kehilangan potensi pendapatan hingga Rp15 miliar.
“Namun demikian, kita tidak masalah, karena langkah tersebut untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Pemberian diskon ini menjadi langkah konkrit, sebagai bentuk empati,” terangnya.
Di satu sisi, meskipun ada diskon, namun selama pandemi Covid-19, terutama pada masa awal pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), konsumsi air masyarakat juga meningkat.
“Jadi kita tetap tidak merevisi target pendapatan atau laba pada 2020 ini, sebesar Rp40 miliar. Kewajiban kami setor ke pendapatan asli daerah (PAD) Pemkot Semarang itu sebesar 55 persen dari laba bersih,” jelasnya.
Dia optimis, PDAM dapat mencapai target pendapatan yang telah ditetapkan dengan melakukan berbagai upaya, di antaranya menunda kegiatan perluasan jaringan atau penyambungan baru.
Tahun ini, pihaknya memprioritaskan perbaikan dan pemeliharaan jaringan pelayanan.
“Kami sudah sepakat tetap mengutamakan peningkatan pelayanan, namun dapat mencapai target pendapatan. Strateginya dengan cara memperbesar area yang bisa dilayani dengan 24 jam aliran, dengan begitu pemakaian pelanggan per bulan jadi makin naik, dan itu bisa menambah pendapatan,” tandasnya.
Di satu sisi, pihaknya juga menerapkan standar operasi yang sesuai dengan kesehatan, dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan. Termasuk dalam menanggapi keluhan atau gangguan instalasi.
“Kita berharap pandemi Corona ini bisa segera berakhir, mari kita putus bersama mata rantai penyebarannya. Terapkan protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah,” pungkasnya.
Terpisah, salah satu pelanggan PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Kuswanto, mengaku terbantu dengan kebijakan Pemkot Semarang, khususnya diskon untuk pembayaran air PDAM.
“Saya cukup terbantu, sebab selama pandemi Covid-19, kegiatan lebih banyak dilakukan di rumah. Konsumsi air bersih juga jadi meningkat, sehingga berimbas pada kenaikan jumlah tagihan. Tentu dengan adanya diskon tersebut membantu,” terangnya.
Kuswanto mencontohkan, dari tagihan bulanan sebelum Covid-19, di angka Rp300 ribu, meningkat menjadi sektar Rp400 ribu. “Ya karena aktivitas kita banyak di rumah, namun karena ada diskon 20 persen, jadi bisa mengurangi beban,” ucapnya.
Dirinya pun berharap, PDAM kembali memberikan program diskon, terlebih saat ini perekonomian juga belum sepenuhnya pulih. “Mudah-mudahan ada program atau kebijakan baru lagi terkait diskon,” pungkasnya.