Pandemi Masih Terjadi, Minat Berwisata Masyarakat Masih Belum Pulih
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
SEMARANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disdbudpar), sudah memberikan izin kepada para pengelola obyek wisata untuk beroperasi kembali. Izin tersebut diberikan, setelah mereka memenuhi sejumlah persyaratan, terutama dalam penerapan protokol kesehatan.

Meski demikian, minat masyarakat untuk kembali berwisata masih relatif rendah. Rasa was-was dan kekhawatiran akan tertular covid-19, dinilai menjadi penyebab utama, meski berbagai obyek wisata yang ada sudah menerapkan standar prokes.
“Memang, sejak dibukanya kembali, jumlah kunjungan wisatawan masih belum stabil seperti sebelum adanya pandemi covid-19. Hal in, disebabkan masih adanya masyarakat yang was-was untuk bepergian,” papar UPTD Kreo dan Agrowisata, Mamit Sumitra di Semarang, Rabu (12/8/2020).
Dicontohkan, sebelum adanya pandemi covid-19, jumlah wisatawan per hari di Goa Kreo mencapai sekira 200-250 pengunjung. Sementara di hari libur, atau akhir pekan bisa mencapai sekira 1.500 pengunjung.
“Sekarang ini, pada hari kerja berkisar 100 hingga 150 pengunjung. Sedangkan untuk hari libur berkisar 700 pengunjung. Memang masih belum kembali seperti sedia kala, namun saya nilai ini sudah cukup bagus,” paparnya.
Meskipun sudah beroperasi kembali, namun Mamit menuturkan Goa Kreo kini menerapkan pembatasan pengunjung dalam satu waktu yang bersamaan, yakni hanya 200 pengunjung saja. Di era new normal Goa Kreo beroperasi mulai pukul 08.00-16.30 WIB. Dengan harga tiket di hari biasa Rp 6.500 dan di hari libur Rp 8.000.
Hal serupa juga disampaikan pengelola Lawang Sewu Semarang. Manager Humas Kawisata, Ilud Siregar, memaparkan jumlah pengunjung yang datang ke Museum Lawang Sewu rata-rata per hari mencapai kurang lebih 400 hingga 1.000 pengunjung, baik di masa weekday maupun dimasa weekend.
“Sebelumnya pandemi Lawang Sewu bisa menampung jumlah pengunjung sampai dengan 10.000 pengunjung disaat bersamaan,sementara pada masa new normal hanya akan menampung 5000 pengunjung saat bersamaan. Memang masih belum sebanyak sebelum pandemi covid-19, namun sudah mulai meningkat kunjungan per hari,” terangnya.
Setiap pengunjung yang datang tetap diterapkan aturan-aturan mengenai protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Pemerintah, wajib memakai masker, mencuci tangan dengan menggunakan sabun maupun hand sanitizer, diperiksa suhu tubuhnya dengan menggunakan Thermogun, menjaga jarak serta menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Jam operasional Museum Lawang Sewu, juga kita sesuaikan di masa New Normal di mulai pukul 08.00 WIB – 17.00 WIB, di mana sebelumnya beroperasi pada pukul 07.00 WIB- 21.00 WIB,” tandasnya.
Terpisah, Kadisbudpar Kota Semarang, Indriyasari memaparkan, sektor pariwisata menjadi satu ujung tombak pemulihan ekonomi di Kota Semarang.
“Saat ini, sejumlah destinasi wisata sudah kembali dibuka. Termasuk Semarang Zoo hingga Goa Kreo. Berbagai upaya kita lakukan, agar sektor pariwisata bisa membangkitkan kembali perekomomian,” terangnya.
Di satu sisi, pihaknya juga tetap melihat perkembangan. Jangan sampai sektor pariwisata, menjadi klaster baru dalam penyebaran covid-19. “Selama pandemi covid-19, kita tidak menargetkan jumlah wisatawan. Namun ingin menghadirkan Kota Semarang, bisa menjadi pariwisata yang sehat dan aman,” tandasnya.
Untuk itu, pihaknya menegaskan agar seluruh pengelola obyek wisata, untuk menerapkan aturan protokol kesehatan dengan ketat, untuk melindungi wisatawan dan pekerja, dari penularan covid-19.