MUI: Hijrah Bangun Kekuatan Fundamental Ekonomi
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriyah menjadi momentum untuk membangun ukhuwah umat Islam sedunia.
Ketua Bidang Seni dan Budaya MUI Pusat, Sodikin, mengatakan, momentum Tahun Baru Islam harus dilihat dari semangat Nabi Muhammad SAW yang hijrah dari Mekkah ke Madinah.
Menurutnya, hijrah adalah berpindah ke tempat yang lebih baik sebagai umat muslim ke depannya, memperbaiki diri dari perbuatan buruk dari tahun sebelumnya. Dengan melakukan perbuatan yang lebih baik dalam tatanan kehidupan ke depannya.
Sodikun berharap, Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriyah ini terbangun ukhuwah umat Islam sedunia.
“Kalau sudah terbangun ukhuwah persaudaraan dan solidaritas antarumat, bisa sama-sama bergerak mengadakan perubahan. Istilahnya, hijrah bersama memberikan perubahan bagi seluruh umat manusia dalam segala aspek kehidupan,” ujar Sodikun, kepada Cendana News saat dihubungi Kamis (20/8/2020).
Perubahan yang harus dilakukan, menurutnya seperti tatanan warna politik yang masih orientasi duniawi atau ukhrowiyah.
“Ini harus diubah, kalau politik orientasi duniawi, ya amburadul. Contohnya di Indonesia, kan akhirnya pemimpin itu tidak dipercaya oleh umat. Karena tidak bisa memberikan perubahan apa-apa, kebijakannya hanya polesan saja,” tukasnya.
Selain itu, lanjutnya, dengan hijrah bisa membangun kekuatan fundamental ekonomi. Dengan harapan perekonomian bangsa tidak terombang-ambing, manakala diterpa gelombang krisis.
“Bisa dengan membangun ekonomi berbagi, yang kaya membantu yang miskin atau perusahaan besar membantu pelaku usaha kecil,” ujarnya.
Terpenting lagi, kata Sodikun, hijrah dengan memperbaiki moral, dan etika sebagai umat lebih baik ke depannya.
Sehingga, diharapkan dengan hijrah umat Islam sedunia bisa menguasai seluruh aspek kehidupan dalam berbangsa dan bernegara.