Libur Panjang tak Pengaruhi Volume Kendaraan di Terminal Rajabasa
Editor: Makmun Hidayat
LAMPUNG — Libur panjang Idul Adha 1441 Hijriyah tidak berpengaruh pada arus kedatangan kendaraan di terminal tipe A Rajabasa, Bandar Lampung. Denny Wijdan, kepala Terminal Rajabasa menyebut terjadi peningkatan volume kendaraan dibanding hari biasa. Namun sejak Kamis (30/7) kendaraan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) kurang dari 400 unit.
Kendaraan AKAP yang masuk ke Terminal Rajabasa menurunya dominan yang memiliki kantor perwakilan. Namun keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) berimbas sejumlah bus AKAP tidak berhenti di Terminal Rajabasa. Sebagian bus antar pulau menurutnya tidak diwajibkan masuk ke Terminal Rajabasa. Terlebih sebagian bus jurusan Sumatera Selatan memilih memakai akses jalan tol.
Bus yang tetap beroperasi masuk ke terminal Rajabasa dominan bus AKDP tujuan sejumlah kota di Lampung. Sebagian bus yang masuk ke terminal dominan tujuan Lampung Utara, Lampung Barat, Metro, Lampung Tengah hingga Tulang Bawang. Jumlah perusahaan oto bus (PO) yang beroperasi mencapai puluhan dengan ratusan unit kendaraan.
“Libur panjang Idul Adha banyak dimanfaatkan masyarakat untuk libur karena mudik Idul Fitri dilarang, namun sebagian menggunakan travel, motor, jika memakai bus dominan memilih bus langsung via tol sehingga jumlah bus masuk ke Terminal Rajabasa mulai berkurang,” papar Denny Wijdan saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (1/8/2020).

Dampak pandemi Covid-19, Denny Wijdan menyebut penumpang yang menggunakan angkutan umum berkurang. Jumlah penumpang yang turun di Terminal Rajabasa dan meneruskan perjalanan ke sejumlah kota di Lampung tidak seramai saat Idul Adha tahun sebelumnya. Volume kendaraan yang masuk terminal Rajabasa didominasi bus asal Pelabuhan Bakauheni.
Tidak adanya larangan mudik saat Idul Adha disebut Denny Wijdan tetap diantisipasi. Protokol kesehatan di area terminal diterapkan dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Langkah tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sebab sebagian penumpang yang datang ke Lampung berasal dari pulau Jawa.
Wandi Rohansyah, pengurus Organda khusus Bakauheni menyebut penumpang asal Jawa memakai kapal eksekutif memilih bus terusan. Bus terusan tersebut melayani trayek Bakauheni ke Terminal Rajabasa. Bus yang disediakan menurutnya merupakan bus eksekutif dengan kapasitas 30 penumpang.
“Saat ini tidak ada lagi syarat penumpang dikurangi namun harus memakai masker, cuci tangan dan disiapkan hand sanitizer di kendaraan,” papar Wandi Rohansyah.
Dibanding hari biasa libur panjang Idul Adha meningkatkan jumlah penumpang bus. Sebanyak lebih dari delapan unit bus eksekutif di terminal eksekutif atau dermaga 7 menurutnya selalu penuh saat pelayanan bongkar kapal. Sebab sebagian penumpang yang akan menuju ke Bandar Lampung dan sejumlah kota langsung menuju ke terminal Rajabasa.
Syaifulaill Maslul Harahap, Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Bakauheni menyebut ada peningkatan jumlah penumpang kapal. Berdasarkan data posko angkutan Idul Adha pada Jumat (31/7) tercatat sebanyak 17.720 penumpang menyeberang dari Sumatera ke Jawa. Penumpang tersebut meliputi 4.604 pejalan kaki dan 13.117 dalam kendaraan.
Memasuki Sabtu (1/8) tercatat sebanyak 13.738 penumpang diseberangkan dari Bakauheni. Jumlah tersebut terdiri dari 1.738 penumpang pejalan kaki dan 12.000 penumpang dalam kendaraan. Selama dua hari pelayanan arus mudik Idul Adha dioperasikan sebanyak 26-30 unit kapal dengan rata rata 47-53 trip atau perjalanan kapal dalam sehari.
“Selain layanan kapal persiapan layanan kendaraan travel, bus dan moda tranportasi lain disiapkan melayani penumpang,” cetusnya.
Syaifullail Maslul menyebut pelayanan saat libur Idul Adha tetap menerapkan protokol kesehatan. Pembelian tiket memakai aplikasi Ferizy dengan uang elektronik meminimalisir penggunaan uang kertas dan antrian. Kendaraan dan penumpang yang telah membeli tiket secara online melalui laman www.ferizy.com tidak harus mengantre di pintu masuk pelabuhan sehingga mempercepat pelayanan.