Hadapi Pandemi, Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit Rintis Unit Usaha Baru 

Editor: Mahadeva

YOGYAKARTA – Pandemi Covid-19, yang muncul sejak beberapa waktu terakhir, tak bisa ditampik ikut mempengaruhi perkembangan dan kondisi koperasi di sejumlah daerah. Lesunya perekonomian masyarakat, menuntut koperasi harus berinovasi, membuat terobosan baru, agar bisa tetap bertahan dan terus berkontribusi bagi warga di sekitarnya. 

Hal itu pulalah yang dilakukan Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit, yang ada di Desa Cerdas Mandiri Lestari Krambilsawit, Saptosari Gunungkidul Yogyakarta. Koperasi binaan Yayasan Damandiri tersebut terus berupaya membuat terobosan baru.

Salah satunya dengan mengembangkan sentra budi daya Magot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF). Inovasi ini diharapkan mampu menjadi sumber pemasukan baru bagi koperasi, di tengah stagnan-nya kegiatan unit usaha simpan pinjam Tabur Puja atau Modal Kita.

Manager Usaha Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit Emi Malina (dok CDN/ Jurnalis : Jatmika H Kusmargana)

“Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit selama ini hanya mengandalkan unit usaha Modal Kita atau Tabur Puja. Padahal selama Covid-19 ini banyak anggota nasabah koperasi yang merupakan pelaku UKM tak bisa bekerja. Sehingga otomatis turut mempengaruhi pemasukan rutin koperasi,” ujar Manager Usaha Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit, Emi Malina, Minggu (23/8/2020).

Hal itulah yang mendorong Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit mencoba membuka rintisan usaha sentra budi daya Magot. Komoditas larva yang bisa menjadi pakan alternatif ternak tersebut dipilih, karena dinilai kegiatannya tidak akan terpengaruh dan terdampak Covid-19.

Emi menyebut, sebagian besar kebutuhan bahan baku usaha budi daya Magot, bersumber dari sampah organik. Bahan yang sangat mudah ditemukan di tengah-tengah masyarakat. Tidak membutuhkan atau sangat minim  kebutuhan bahan baku pabrikan. “Karena bahan baku nya berasal dari sampah organik, maka budi daya Magot ini tidak akan terpengaruh oleh Covid-19. Justru dengan budi daya Magot ini, kita bisa ikut berkontribusi mengurangi volume sampah organik yang selama ini dihasilkan masyarakat,” katanya.

Emi berharap, pengembangan usaha sentra budi daya Magot bisa berjalan sesuai rencana. Sehingga nantinya Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit bisa memiliki unit usaha, sekaligus sumber pemasukan baru, di luar unit usaha simpan-pinjam Modal Kita/Tabur Puja. Harapannya, unit usaha baru bisa membantu mensejahterakan seluruh anggota koperasi, maupun warga desa Krambilsawit.

Sebagaimana diketahui, Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit hingga saat ini memiliki 1.320 anggota. Jumlah tersebut merupakan 72 persen dari total jumlah warga Desa Krambilsawit yang mencapai 1800 Kepala Keluarga (KK). Sejauh ini, unit usaha simpan pinjam Modal Kita/Tabur Puja Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit telah menggulingkan dana pinjaman modal usaha mencapai Rp2,8 miliar lebih.

Lihat juga...