49 Rumah di Desa Ladogahar Sikka Belum Nikmati Listrik
Editor: Makmun Hidayat
MAUMERE — Negeri ini memasuki usia 75 tahun kemerdekaan, namun banyak warga belum menikmati listrik termasuk warga di desa-desa yang berada tak jauh dari Kota Maumere, ibukota Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Salah satu desa yang belum semua warganya menikmati listrik yakni Dusun Dota Desa Ladagohar, Kecamatan Nita, sementara dua dusun lainnya yakni Dusun Rotat dan Natawulu semua warganya sudah menikmati listrik karena ada jaringan listriknya.
“Sejak negeri ini merdeka kami belum menikmati listrik. Jaringan listrik juga belum masuk ke dusun kami,” kata Elias Libertus Bajo, Kepala Dusun Dota, Desa Ladpgahar, Elias Libertus Bajo, Selasa (18/8/2020).
Elias menyebutkan, terdapat 49 rumah warga di Dusun Dota pun belum dipasangi instalasi di rumah-rumah oleh kontraktor karena jaringan kabel listrik belum masuk ke wilayah mereka.
Persoalan ini sudah berulangkali disampaikan saat Musyawarah Rembug Pembangunan (Musrembang) tingkat desa hingga kecamatan, namun hingga memasuki usia 75 tahun Indonesia merdeka, keinginan tersebut belum terwujud.
“Sudah berulangkali kami sampaikan saat Musrembang termasuk kunjungan pejabat pemerintah ke desa kami tapi hasilnya pun belum ada. Kalau malam hari kami mempergunakan lampu pelita untuk penerangan,” tuturnya.
Elias menyayangkan hal ini karena anak-anak sekolah otomatis tidak bisa belajar saat malam hari dan hanya bisa belajar sampai sore hari saja setelah pulang sekolah dan beristirahat siang.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Ladogahar, Arkadius Arias kepada bupati Sikka saat mengikuti apel bendera di mata air Wair Puan di wilayah mereka agar bisa ditindaklanjuti.
Arkadius mengatakan, dusun ini berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Dusun Natawulu yang sudah berlistrik dan berada di ketinggian Gunung Kimang Buleng dan berhawa dingin.
“Kami sudah sampaikan berulangkali kepada Pemerintah Kabupaten Sikka dan PLN Cabang Maumere namun permintaan warga belum juga terjawab. Kami harapkan hal ini bisa segera ditindaklanjut,” harapnya.
Arkadius menambahkan, warga sudah membebaskan tanah untuk penanaman tiang listrik serta memangkasa pohon agar tidak menghalangi kabel listrik, namun tiang listrik belum juga dibawa ke dusun ini.
“Program PLN katanya semua desa sudah berlistrik tapi ternyata listrik hanya sampai di dua dusun saja di desa kami, sementara satu dusun lainnya tidak ada listrik,” ujarnya.
Ketua DPRD Sikka, Donatus David di hadapan warga saat apel bendera peringatan HUT RI ke-75 mengatakan, segala keluhan warga akan ditindaklanjuti dan diperjuangkan bersama PLN Maumere.
David menambahkan,ada 21 dusun di Kabupaten Sikka yang wilayahnya belum semua berlistrik dan pihaknya selalu menyampaikan hal ini kepada PLN setelah melakukan kunjungan ke desa.
“Dusun Dota sudah masuk rencana induk pemasangan jaringan listrik tahun 2020 termasuk 21 dusun lainnya. Tapi karena pandemi corona pekerjaan tidak bisa terlaksana,” ungkapnya.
Untuk diketahui, Dusun Dota Desa Ladogahar berjarak sekitar 30 kilometer arah barat Kota Maumere, ibukota Kabupaten Sikka dan jalan menuju ke wilayah ini sudah beraspal.