Warga di Lamsel Manfaatkan Kemasan Ramah Lingkungan untuk Bungkus Makanan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Jelang Idul Adha 1441 Hijriah sejumlah warga mulai membuat makanan untuk hidangan perayaan hari kurban tersebut.  Salah satu kearifan lokal dalam menjaga lingkungan adalah dengan menggunakan daun pisang kepok, daun kelapa muda, daun kelapa tua dan daun jati sebagai kemasan

Warga Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan (Lamsel), Sudirman menyebutkan, daun kepok muda akan digunakan sebagai pengemas kuliner khas Bugis bernama buras dan langga, kuliner berbahan beras biasa dan beras ketan.

Sudirman juga menyebut menyiapkan daun kelapa muda atau janur untuk pembuatan kulit ketupat. Sebab lebaran Idul Adha dengan pembagian daging kurban dimanfaatkan untuk pembuatan kuliner opor daging.

“Berbagai jenis daun sebagai kemasan makanan dominan digunakan warga untuk menghemat sekaligus tidak menimbulkan limbah buangan yang mudah terurai, karena memakai bahan organik berbeda dengan kemasan atau bungkus plastik sulit diurai,” terang Sudirman saat ditemui Cendana News, Rabu (29/7/2020)

Pada distribusi daging kurban selama masa pandemi Covid-19 penggunaan besek dari bambu, sarangan, daun pisang dan jati akan dimaksimalkan sebagai pengganti plastik.

Marniati, wanita di Desa Bandar Agung,Kecamatan Sragi menyebut memakai daun kelapa dan pisang untuk kemasan makanan langga untuk menjaga agar beras ketan tidak hancur.

Proses pembuatan buras dan langga menjadi cara baginya untuk mengurangi sampah plastik. Sebab saat ini sejumlah makanan tradisional kerap dibuat dominan memakai plastik. Penggunaan daun kelapa muda, pisang menjadikan makanan langga dan buras menghasilkan hidangan yang lebih lezat karena memakai bahan alami.

Hadi, penyuka kuliner buras dan langga menyebutkan, makanan yang dikemas dengan daun lebih nikmat. HSelain memiliki cita rasa yang lebih lezat penggunaan kemasan daun berpotensi mengurangi polusi.

Upaya pengurangan sampah plastik dan bahan sulit diurai mulai diterapkan saat pelaksanaan Idul Adha. Hari raya yang disebut juga hari raya kurban pada masa pandemi Covid-19 menurutnya akan dilakukan dengan protokol kesehatan.

Lihat juga...