DLH Adukan Pencemaran Kali Bekasi ke Gubernur Jabar
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
BEKASI — Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi, Jawa Barat, Yayan Yuliana, uji Lab terhadap sample pencemaran di Kali Bekasi, saat ini masih dalam tahap proses.

“Pengambilan sampel air ini dilakukan setelah fenomena Curug Parigi berbusa dan menimbulkan bau tidak sedap dalam beberapa pekan terakhir,” ungkap Yayan dikonfirmasi Rabu (29/7/2020).
Dikatakan uji lab, terhadap pencemaran di Kali Bekasi bertujuan untuk mengetahui kandungan limbah. Sehingga akan digunakan dalam investigasi titik limbah berasal dari wilayah mana.
“Hasil penelitian akan menjadi bukti untuk melakukan langkah penindakan. Tapi sampai sekarang masih dalam tahap uji lab,”tukasnya.
Menurutnya, Dinas LH Kota Bekasi telah melayangkan surat aduan ke Gubernur Jawa Barat terkait pencemaran yang terjadi di Curug Parigi, dan berlanjut ke Kali Bekasi.
“Soal surat aduan sudah kerap dibuat, mungkin setiap tahun selalu dibuat baik ke Gubernur, DLH Provinsi, LH Kabupaten Bogor sendiri. Tapi pencemaran tetap terjadi,” terangnya enggan memberi statmen terkait pencemaran Kali Bekasi.
Penanganan pencemaran limbah di Kali Bekasi, mulai dari Curug Parigi tidak bisa diselesaikan secara parsial. Sebab, aliran Kali Cileungsi yang membentang dari Kabupaten Bogor lalu masuk ke daerah aliran sungai (DAS) Kali Bekasi menjadi satu kesatuan yang memiliki dampak luas.
Diketahui pengambilan sampel dilakukan di perbatasan wilayah yakni, di Pangkalan 6 Perumahan Limus Nunggal, Jembatan Kota Wisata, dan Bendung Presdo.`
Pengambilan dilakukan pekan lalu, oleh UPTB Lab LH Kota Bekasi, dan menyimpulkan bahwa terjadi pencemaran. Menurut Arif pencemaran Kali Bekasi secara kasat mata terlihat cukup sporadis karena limbah tersebut terlihat bukan limbah rumah tangga tetapi limbah industri, yang mengakibatkan air Kali Bekasi berwarna hitam pekat dan mengeluarkan bau menyengat.
“Kesimpulan sementara setelah melihat langsung kondisi Kali Bekasi di beberapa titik, limbahnya adalah limbah cair atau industri. Rata-rata Ph-nya diatas 7 atau kondustivitynya sangat tinggi,” papar Arif.
Arif juga memastikan limbah yang mencemari Kali Bekasi tersebut berasal dari luar daerah seperti Kabupaten Bogor. Kesimpulan tersebut setelah melakukan investigasi di lapangan dengan meninjau beberapa titik di wilayah perbatasan.
“Momennya dapat saat investigasi di perbatasan. Tapi saat meninjau memang belum melihat adanya ikan atau biota air yang terdampak, karena airnya terlalu hitam. Namun ada laporan bahwa ada ikan sapu sapu yang sudah terpapar limbah,”jelas Arif.
Diakuinya konsentrasi limbah yang mencemari Kali Bekasi lumayan tingggi jika tidak segera ditindaklanjuti. Akibatnya, bisa membahayakan biota air di Kali Bekasi dan lingkungan hidup di sekitar.