Selama 10 Hari Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Jatim, Tertinggi
Editor: Koko Triarko
MALANG – Tercatat dalam kurun waktu 10 hari berturut-turut, provinsi Jawa Timur memberikan kontribusi terbesar terhadap kesembuhan pasien Covid-19 secara nasional, dibandingkan daerah lain.
“Sekarang adalah hari ke-10, dan sesuai dengan yang diumumkan oleh gugus tugas pusat, bahwa hari ini yang sembuh di Jawa Timur ada 555 orang. Selama pandemi Covid dari bulan Maret, hari ini alhamdulillah adalah kesembuhan tertinggi pasien Covid-19 di Jawa Timur,” jelas Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, usai menghadiri rapat percepatan penanganan Covid-19 Malang Raya di kantor Bakorwil Malang, Sabtu (18/7/2020) sore.
Menurutnya, sejak kemarin angka kesembuhan di Jawa Timur juga sudah melebihi angka terkonfirmasi positif yang dirawat. Total ada 8.868 orang pasien yang sudah sembuh atau setara dengan 49, 17 persen. Sedangkan yang tekonfirmasi positif sedang dirawat ada 7.816 setara dengan 43, 34 persen. Kemudian yang meninggal dunia ada 1.349 orang atau setara dengan 7, 48 persen.
“Mudah-mudahan makin hari kita bisa meningkatkan angka kesembuhan, makin hari kita bisa mengendalikan dari konfirmasi positif, dan makin hari kita bisa makin menurunkan angka kematian,” harapnya.
Menurutnya, semua pihak sudah bekerja keras, dan hasil yang bisa dilihat salah satunya adalah 10 hari berturut-turut angka kesembuhan di Jawa Timur tertinggi di antara semua provinsi di seluruh Indonesia.
Lebih lanjut disampaikan mantan menteri sosial tersebut, saat ini rumah sakit yang menjadi rumah sakit rujukan Covid-19 yang semula hanya 99 rumah sakit, sekarang menjadi 127 rumah sakit rujukan. Hal ini menurutnya akan memungkinkan terjadinya relaksasi dari beban rumah sakit, karena sekarang lebih banyak rumah sakit yang menjadi rujukan, sehingga opsi untuk bisa memberikan layanan bisa makin banyak.
“Begitu pula dengan rumah sakit darurat di Indrapura, sampai hari ini kesembuhannya menncapai angka 100 persen, bisa menjadi referensi relaksasi dari rumah sakit rujukan yang ringan sampai sedang, mereka dirujuk ke rumah sakit darurat. Kemudian yang sedang sampai berat mereka dirujuk ke rumah sakit rujukan,” terangnya.
Sementara itu Kapolda Jawa Timur, Irjen Muhammad Fadil Imran, yang turut hadir dalam agenda tersebut, meminta agar data dan aksi yang ada di tingkat desa maupun kelurahan harus benar-benar dilakukan secara detail dan terukur, sehingga hasilnya bisa melihat dengan akurat. Baik angka kesembuhannya maupun menekan jumlah kematian.
“Jadi, kalau terkonfirmasi maupun yang memiliki keluhan itu segera mendapatkan pertolongan, insyaallah dia pasti bisa cepat sembuh, dan dia akan terhindar dari risiko yang fatal. Itulah yang harus dimaksimalkan,” sebutnya.
Termasuk juga dengan berbagai macam terobosan, seperti memberikan obat-obat herbal maupun vitamin yang secara praktik di lapangan ternyata dapat meningkatkan angka kesembuhan.