Pemprov Sumbar Tegaskan PWA 2020 Tetap Digelar

Editor: Koko Triarko

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menyatakan tetap akan menggelar Peduli Wisata Award (PWA) Sumatra Barat 2020, bagi kabupaten dan kota, yang dinilai memiliki perhatian dalam pengembangan dan pembangunan di sektor pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Sumatra Barat, Novrial, mengatakan, PWA Sumatra Barat 2020 tetap digelar, meski kini situasi Covid-19 masih melanda daerah itu. Alasan kuat yang membuat PWA tetap diselenggarakan juga seiring telah diterapkannya new normal bagi Sumatra Barat.

Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Novrial, yang ditemui beberapa waktu lalu/ Dok: CDN

Ia menjelaskan, penghargaan tersebut untuk memotivasi dan mendorong kabupaten dan kota dalam mengembangkan pariwisata yang berkualitas, hingga benar-benar layak dijual. Apalagi di Sumatra Barat pariwisata adalah sektor yang sangat potensial dikelola, untuk itu penting untuk mendorong pariwisata ini terus tumbuh.

“New normal adalah salah satu yang mendorong untuk segera bergerak, sekaligus membantu pemulihan ekonomi,” katanya, Sabtu (18/7/2020).

Novrial menilai, bahwa PWA 2020 menjadi salah satu upaya konkrit dalam memotivasi daerah untuk menggairahkan pengembangan pariwisata. Penilaian untuk PWA itu, tidak hanya di atas kertas, melainkan dibuktikan dengan adanya dukungan kepala daerah dan DPRD.

“Pariwisata memang bukan pekerjaan satu orang, tapi banyak pihak yang memiliki visi dan misi yang sama. Di dalam PWA, hal inilah yang terus dinilai, dan di Sumatra Barat memang lagi tren banyak objek wisata yang berkembang dengan ide-ide kreatif,” jelasnya.

Namun, Novrial menegaskan pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata akan menjadi salah satu indikator penilaian. Demikian pula dengan penerapan protokol kesehatan di daerah tujuan wisata di era new normal.

Dikatakannya, dengan adanya penilaian tersebut, semua daerah akan memiliki kesempatan untuk menjadi yang terbaik. Untuk diharapkan betul menerapkan hal-hal yang aman Covid-19 dalam mengelolah objek wisata di era new normal ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata Sumatra Barat, Doni Hendra, mengatakan terkait penilaian PWA , penilaian dilakukan oleh tim independen yang terdiri dari enam orang, sehingga penilaian lebih komprehensif dan bebas dari kepentingan kedaerahan.

Doni menjelaskan, sebagian besar bahan yang dibutuhkan diunggah oleh masing-masing daerah di laman khusus yang disediakan. Proses yang lebih melibatkan teknologi dalam penilaian.

“Hal ini untuk mengurangi intensitas pertemuan tatap muka, karena masih dalam masa pandemi. Pemenang akan diumumkan pada November 2020 mendatang,” sebutnya.

Menurutnya, melalui penghargaan PWA itu diharapkan untuk daerah lainnya yang mungkin belum terpilih sebagai pemenang, diharapkan untuk selalu optimis membuat pariwisata bagus dan aman Covid-19.

“Intinya, jangan jadikan PWA tolak ukur usaha untuk mengembangkan objek wisata, sehingga memilih berhenti bila tidak mendapatkan penghargaan PWA. Namun, jadikan hal tersebut pelajaran dan cambuk, untuk bisa lebih baik lagi ke depannya,” pungkasnya.

Lihat juga...