Pemerintah Optimis Pemulihan Ekonomi Makin Cepat di Kuartal III

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapan, pemerintah telah melakukan berbagai perbaikan dan evaluasi terhadap progres implementasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pemerintah pun optimis, pemulihan akan lebih cepat terlaksana di kuartal III 2020.

Mengenai respon percepatan pemulihan ekonomi, pemerintah mengatakan bahwa ada tiga program dan kebijakan secara cepat dan tepat.

“Ada tiga hal yang kita lakukan agar pemulihan dapat terakselerasi, pertama program PEN, ini sudah kita lakukan perbaikan-perbaikan. Kemudian program exit strategy yaitu pembukaan ekonomi secara bertahap menuju tatanan normal baru. Lalu program Reset dan transformasi, mendorong percepatan pemulihan ekonomi,” ungkap Airlangga, Sabtu (4/7/2020) dalam serial Webinar Pemulihan Ekonomi.

Selain itu, Airlangga juga menambahkan bahwa kebijakan KUR terkait Covid-19 mulai menampakkan hasil.

“Sampai dengan 31 Mei 2020, terdapat 13 penyalur KUR telah melaporkan pelaksanaan yang diberikan kepada penerima,” jelas Airlangga.

Adapun laporan yang dimaksud adalah tambahan subsidi bunga KUR diberikan pada 1.449.570 debitur dengan baki debet Rp46,1 triliun. Penundaan angsuran pokok paling lama 6 bulan diberikan kepada 1.395.009 debitur dengan baki debet Rp40,7 triliun. Terakhir, relaksasi KUR berupa perpanjangan jangka waktu pada 1.393.024 debitur dengan baki debet Rp 39,9 triliun.

Sedangkan untuk exit strategy, Menko Perekonomian menjelaskan tiga hal yang harus dipertimbangkan.

“Perlu timeboxing untuk berhasil di dua aspek, perekonomian pulih dan aman dari virus. Pencegahan penyebaran virus melalui perluasan kapasitas treatment dan testing, menemukan obat, dan vaksin. (Kemudian) penyelamatan perekonomian global, dukungan bagi masyarakat dan dunia usaha yang terdampak, pembukaan ekonomi saat virus mereda, dan percepatan pemulihan ekonomi,” ungkap Airlangga dalam paparannya.

Menganalisis penanganan pandemi, Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro menyampaikan evaluasi dan pandangannya terhadap kebijakan pemerintah serta langkah apa yang sebaiknya dilakukan pemerintah secara lebih konkrit lagi.

“Berbagai kebijakan telah dilakukan selama perekonomian dunia masih hibernasi. Namun nilai tukar rupiah sudah mendekati seperti sebelum pandemi,” tukas Ari.

“Diharapkan pemulihan ekonomi domestik dapat juga memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi dunia,” sambungnya.

Memotret kondisi di masa pandemi, Ari menjelaskan bahwa ada beragam ketegori kelangsungan kegiatan usaha. Misalnya, kegiatan usaha yang bertahan kurang dari 3 bulan ada pada angka kisaran 41 persen, bertahan 3-6 bulan pada 24 persen, bertahan 6-12 bulan pada 11 persen, dan bertahan lebih dari 12 bulan pada 24 persen.

“Animo masyarakat untuk beraktivitas kembali sebenarnya sudah cukup besar setelah terkungkung di rumah sekian lama. Walaupun dalam implementasinya diperlukan pengendalian kerumunan yang lebih baik, untuk mencegah risiko penularan kembali,” pungkas Ari.

Lihat juga...