Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Capai 8 Persen
Editor: Makmun Hidayat
SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memastikan pembangunan fisik proyek Jalan Tol Semarang-Demak, tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19.
Pengerjaan jalan tol dengan total panjang 27 km tersebut, terbagi dalam dua seksi. Seksi I berada di ruas Semarang-Sayung sepanjang 10,69 km dan Seksi II sepanjang 16,31 km yang membentang dari Sayung sampai Demak kota
“Saat ini yang dikerjakan untuk Seksi II, sudah dimulai sejak awal tahun 2020. Progresnya sudah sekitar 8 persen, dengan tol sepanjang 16,31 kilometer ditargetkan rampung pada akhir 2021,” paparnya di Semarang, Rabu (1/7/2020).
Pihaknya berharap dengan adanya tol Semarang-Demak tersebut, bisa menyelesaikan persoalan transportasi yang selama ini terjadi. Khususnya terkait rob, yang kerap membanjiri jalan raya Semarang-Demak.
“Selagi Kita bekerja, kita juga menghidupkan ekonomi warga sekitar. Progres pembangunan sudah 8 persen. Kita sudah bisa mulai melihat fisiknya. Target keseluruhan seksi I dan II selesai pertengahan 2022, tapi Pak Presiden minta ada percepatan,” katanya.
Sementara untuk seksi I, yang bakal memiliki desain tanggul laut, Ganjar mengatakan prosesnya masih terkendala pembebasan lahan. Pihaknya akan mengajak bicara seluruh stakeholder yang terkait, termasuk masyarakat, mengenai status tanah serta pembebasan lahan, dalam pembangunan Seksi I pembangunan jalan tol Semarang-Demak.
“Harus ada ‘win-win solution’ untuk pembebasan lahan itu. Masyarakat mengatakan tanah itu miliknya, bisa menunjukkan sertifikat, tapi wujud tanahnya sudah tidak ada karena terendam rob,” paparnya.
Diterangkan, saat ini, Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang sedang mengkaji status tanah itu. ” Jika nanti ada pasang surut, maka akan diukur saat surut, namun kalau ternyata tetap tergenang. Secara teknis atau kajian hukumnya seperti apa, BPN yang lebih paham. Masyarakat tidak usah khawatir semua akan diajak bicara,” tandasnya.
Terpisah, Proyek Manager PT Pembangunan Perumahan (PP) Semarang-Demak, selaku konsesi perusahaan jalan tol Semarang-Demak, Niko, memaparkan masa pengerjaan tahap II berlangsung selama 17 bulan dengan total investasi sebesar Rp 5,4 triliun.
“Untuk seksi II, tahapannya pada proses pemasangan tiang pancang sampai proses pengurukan. Sementara, untuk ruas tol yang membentang di seksi I, masih menunggu penyelesaian pembebasan lahan. Nantinya merupakan integrasi tol dan tanggul laut. Tanggul laut ini, untuk menanggulangi banjir yang kerap terjadi di wilayah Semarang. Tanggul laut nantinya juga akan dilengkapi dengan kolam retensi,” terangnya.
Jalan Tol Semarang-Demak Seksi I yang investasinya mencapai Rp9 triliun ini, akan menggunakan jalan melayang di atas laut sepanjang 8 km dengan tinggi 5 meter.