Pandemi Covid-19, Renovasi Komplek Stadion Jatidiri Terhenti

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Pandemi Covid-19, berimbas ke berbagai sektor. Termasuk pada renovasi pembangunan komplek Stadion Jatidiri Semarang. Sejak pandemi terjadi, aktivitas para pekerja pun terhenti.

“Tadi pagi saya cek, memang untuk sementara pembangunannya terhenti, karena pandemi Covid-19. Sudah tidak ada pekerja proyek, seperti sebelum pandemi. Hanya ada beberapa pekerja yang melakukan pemeliharaan ringan di sekitar kompleks, dengan memerhatikan protokol kesehatan,” papar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di rumah dinas Puri Gedeh Semarang, Rabu (17/6/2020).

Ditegaskan, meski pembangunan berhenti sementara, namun Ganjar optimis, bahwa pada tahun 2021, seluruh pembangunan arena olahraga terselesaikan.

“Target penyelesainnya memang tahun 2021.  Optimis bisa tercapai. Tadi saya sudah cek di GOR lapangan basket, futsal, kolam renang, lapangan tenis. Sudah hampir selesai,” terangnya.

Termasuk, untuk stadion sepakbola juga sudah ada perkembangan. Kondisi lapangan dan rumput juga terlihat terawat. Begitu juga dengan pengaturan single seat yang sudah nyaman untuk duduk. “Lapangan bolanya juga sebentar lagi. Mudah-mudahan nanti bisa memberikan fasilitas yang di-upgrade untuk para atlet di Jateng,” tandasnya.

Kadisporapar Jateng Sinoeng Rachmadi memaparkan, renovasi komplek Jatidiri sudah berlangsung sejak 2016 lalu, dengan konsentrasi tidak hanya stadion namun juga kawasan Jatidiri, di Semarang, Rabu (17/6/2020). -Foto Arixc Ardana

Sementara, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Disporapar) Jateng Sinoeng Rachmadi, menjelaskan, pembangunan renovasi komplek Jatidiri sudah berlangsung sejak 2016 lalu.

“Konsentrasi kami memang tidak hanya di Stadion Jatidiri saja, tapi juga Kawasan Jatidiri. Total ada 12 item pengerjaan,” jelasnya.

Adapun ke-12 item pengerjaan di Kawasan Jatidiri Semarang itu, yakni, venue tennis indoor, venue sepatu roda, gymnastik, tenis lapangan, venue voli pasir, dan bangunan untuk kegiatan olahraga indoor, seperti voli hingga futsal.

“Selain pembangunan itu, ada juga pengadaan alat gym, pembangunan gerbang utama dan belakang. Pembangunan Stadion Utama Jatidiri, masuk dalam salah satu, dari 12 item pengerjaan Kawasan Jatidiri Semarang,” bebernya.

Sampai saat ini, progres pembangunan stadion utama sudah lebih dari 85 persen. Dengan fokus pada pemasangan atap sisi barat, kelengkapan sarana prasarana seperti lampu dan beberapa peralatan untuk pertandingan sepak bola dan atletik.

“Khusus untuk stadion utama, nantinya akan berkapasitas 45 ribu kursi, yang terdiri dari tiga lantai tribun dan ditunjang dua lift. Untuk eksterior dan interiornya didesain merepresentasikan budaya Jawa,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, Stadion Utama Jatidiri diharapkan menjadi stadion termegah ketiga di Indonesia setelah Gelora Bung Karno (GBK) dan Jakabaring. Sementara, kawasan Jatidiri yang memiliki luas 19 hektare, nantinya juga akan menjadi kawasan Sport Tourism Destination.

Lihat juga...