Kota Tarakan Antisipasi Potensi Bencana Tanah Longsor

Walikota Tarakan, Khairul – Foto Ant

TARAKAN – Memasuki musim hujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, Kalimantan Utara mengantisipasi potensi bencana tanah longsor di wilayahnya. Ada beberapa kawasan tempat tinggal warga yang saat ini terpetakan sebagai kawasan rawan.

“Kalau di Tarakan, yang berbahaya bukan banjirnya, tapi tanah longsor kalau hujan,” kata Wali Kota Tarakan, Khairul, Rabu (22/7/2020) malam.

Terkait hal itu, Pemkot Tarakan terus melakukan proses mitigasi. Di antaranya, mengimbau warga untuk tidak tinggal di tempat rawan longsor. Kemudian kawasan tersebut dijadikan hutan kota, agar tidak ditempati warga lagi. “Terutama pada lereng – lereng bukit yang kemiringannya di atas 30 derajat, karena secara teori pasti longsor bila hujan,” kata Khairul.

Dari catatannya, terkadang ada wilayah sudah sampai tiga kali mengalami longsor. Lokasi kejadian di tempat yang sama. Sementara, begitu sudah tidak longsor dibangun tempat tinggal lagi oleh warga. Dan tercatat, titik rawan longsor jumlahnya sangat banyak, dan menyebar di hampir semua kawasan di Tarakan. Wilayah tersebut memiliki kontur berbukit dan memiliki kemiringan di atas 30 derajat.

Risiko daerah perkotaan, dengan jumlah penduduk semakin meningkat, maka masyarakatnya akan mencari tempat untuk tinggal. Kebanyakan kawasan kosong adalah hutan lindung dan hutan kota. “Guna mengatasi itu, maka pengawasan dilakukan lebih ketat, itu merupakan tugas terberat kita,” kata Wali Kota.

Ke depannya, Pemkot Tarakan akan melakukan reboisasi dengan manyasar kawasan hutan kota dan hutan lindung. Termasuk kawasan yang memiliki kemiringan 30 derajat dan rawan longsor. Selain itu, daerah–daerah tangkapan air disebutnya juga harus dipikirkan. Saat ini dinilainya, daya serap tanah di Tarakan sudah semakin menurun. “Alhamdulillah saat ini musim hujan kali, tidak ada laporan tanah longsor korban harta maupun korban jiwa,” pungkas Khairul. (Ant)

Lihat juga...