Budi Daya Ikan Koi, Kualitas Air jadi Kunci Keberhasilan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Kolam terpal, menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin melakukan budidaya ikan koi, namun terkendala ketersediaan lahan. Dengan perawatan yang benar, serta didukung kualitas air yang bagus, budidaya ikan koi dalam kolam terpal tidak menjadi persoalan.

Hal tersebut ditunjukkan peternakan atau budidaya ikan koi, Ammaur Farm Koi, yang terletak di Jalan Mangga IV Lamper Kidul Kota Semarang. Menggunakan kolam terpal berukuran sekitrar 1,5 meter x 4 meter dengan kedalaman 1 meter, kolam tersebut mampu menampung ratusan ekor koi dari berbagai jenis.

“Budidaya ikan koi ini baru saya rintis sekitar tujuh bulan yang lalu. Awalnya, dari keinginan untuk melepas stres dengan segala aktivitas keseharian, dengan memelihara ikan. Suatu hari saya pergi ke toko ikan dan melihat koi kok rasanya indah. Dari situlah saya mulai memelihara koi,” papar pemilik Ammaur Farm Koi, Ahmad Mansur saat ditemui, Senin (6/7/2020).

Pemilik Ammaur Farm Koi, Ahmad Mansur memaparkan kunci keberhasilan dalam budidaya ikan koi, terletak pada kualitas air. Kondisi air harus bersih, jernih, segar, hingga oksigen terlarut yang terlarut dalam air mencukupi, saat ditemui di Semarang, Senin (6/7/2020). Foto: Arixc Ardana

Berbekal keinginan untuk beternak ikan koi, dirinya lalu belajar secara otodidak, hingga akhirnya mendirikan Ammaur Farm Koi. Kini, koleksi ikan koi yang ada di peternakan tersebut ada sekitar 300 ekor.

Di satu sisi, keterbatasan lahan untuk pembuatan kolam permanen, mendorongnya untuk berkeasi dengan kolam terpal, yang berhasil diwujudkan menjadi habitat yang ideal bagi ratusan ikan koi miliknya.

“Dalam budidaya ikan koi dalam kolam terpal, perlu perlu diingat bahwa besar kecilnya kolam terpal harus disesuaikan dengan lahan yang ada, serta jumlah ikan koi yang akan dipelihara atau budidaya,” paparnya.

Sementara itu, kolam terpal bisa diletakkan di dalam maupun di luar rumah, yang penting bisa terjaga dengan baik. Terutama dari hewan predator maupun pencurian. Penggunaan atap sebagai peneduh kolam juga disarankan, untuk mengantisipasi pergantian cuaca dan suhu, yang bisa mempengaruhi ikan koi di dalam kolam.

Dalam pembuatan kolam terpal ini, juga dibutuhkan kerangka kolam yang kuat dan kokoh agar tidak mudah rusak. Sesuaikan ukuran terpal yang dibutuhkan dengan ukuran rangka kolam.

Jangan lupa memasang filter di kolam untuk menjaga air tetap bersih, jernih, dan mengalir. Ikan koi sangat suka karakteristik air kolam mengalir, sehingga lebih aktif bergerak serta nafsu makannya besar.

Selain kolam, kunci keberhasilan dalam budidaya ikan koi, yakni kualitas air. Kondisi air harus bersih, jernih, segar, hingga oksigen terlarut yang terlarut dalam air mencukupi.

“Saya menggunakan empat penyaring, hingga penggunaan lampu ultraviolet pada penyaring ke-empat, sebelum air masuk kedalam kolam. Lampu ultra violet ini berfungsi untuk menjernihkan air. Meski nantinya bisa berlumut, namun airnya tidak berubah menjadi hijau,” terangnya.

Tidak hanya itu, perputaran volume air lanjut juga harus dua kali lipat dari kebutuhan air kolam. Tujuannya agar air tetap terjaga kesegarannya, sehingga ikan koi tetap dalam kondisi sehat.

“Kita juga harus jeli dalam perawatan. Harus bisa membedakan mana ikan yang sakit dan sehat. Jika ada yang sakit, ikan harus dikarantina agar tidak menular,” lanjutnya.

Dalam proses karantina tersebut, ikan sakit akan dipindahkan ke akuarium khusus, dan diobati hingga sembuh. Setelah itu, baru kemudian dikembalikan ke kolam besar.

Ahmad mengaku selama pandemi covid-19, permintaan ikan koi justru meningkat. Hal ini seiring dengan banyak kegiatan masyarakat yang dilakukan di rumah, hingga pembatasan kegiatan sosial yang diberlakukan.

“Penggemar ikan koi ini, tidak hanya dari Semarang, namun juga kota-kota sekitar. Omzetnya cukup meningkat selama pandemi covid-19 ini. Dalam pengiriman, saya gunakan wadah beroksigen sehingga ikan tetap segar dan hidup, sampai tujuan,” jelasnya lagi.

Beragam koleksi ikan koi yang ada di Ammaur Farm Koi tersebut, paling umum koi Kohaku dengan motif putih merah, hingga Taisho Sanke (putih merah hitam). Selain itu ada jenis lainnya, dari harga puluhan hingga jutaan rupiah.

“Untuk pemula, atau yang belajar hobi ikan koi, pilih ikan yang berkualitas sehingga hasilnya bagus. Namun kalau belum tahu benar cara merawatnya, bisa memilih ikan koi yang murah terlebih dulu, sembari belajar merawat koi yang benar,” paparnya.

Sementara, salah satu pehobi ikan koi, Bambang Sulistyo, mengaku tertarik memelihara ikan koi, karena karakteristik dan warna ikan.

“Ikan koi ini jenisnya banyak, ada puluhan, dengan corak warna tubuh yang berbeda-beda. Kalau semua kumpul di kolam, itu indah untuk dipandang,” terangnya.

Tidak hanya itu, karakter ikan koi juga dinilai unik. Ikan akan menghampiri , saat tahu ada orang yang mendekati kolam. “Saat kita memberi makan, kita juga bisa berinteraksi dengan ikannya langsung. Ikan koi ini akan berkumpul, jadi ini bisa jadi obat pereda stres juga,” tandasnya.

Lihat juga...