Santri di Kota Bekasi Mulai Belajar Kembali
Editor: Makmun Hidayat
BEKASI — Para santri yang menimba ilmu di berbagai pondok pesantren di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.
Sebelumnya ketika penerapan Pembatasan Sosial Berkskala Besar (PSBB) semua santri di Kota Bekasi sempat dipulangkan ke rumah masing-masing. Tapi sekarang sudah kembali belajar sebagaimana biasa.
“Semua santri di Fajar Cendikia, sudah kembali ke pondok. Bukan hanya Pesantren Fajar Cendikia, hampir semua sudah kembali beraktivitas seperti biasa, terutama di wilayah Jatiasih ini yang dinyatakan zona hijau,” ungkap Ustaz Sukron Kasiron, pengasuh Ponpes Yayasan Nurul Jihad, kepada Cendana News, Kamis (18/6/2020).
Dikatakan Jatiasih telah dinyatakan Wali Kota Bekasi wilayah zona hijau. Artinya semua pesantren di wilayah setempat sudah mulai masuk seperti biasa, tidak hanya Fajar Cendikia. Diketahui wilayah Jatiasih sendiri memiliki 12 pondok pesantren.

Menurutnya, saat ini pesantren tengah memasuki sistem penilaian akhir, atau ujian. Sehingga setelah tanggal 20 ini, para santri sebagian akan libur dan kembali ke rumah lagi.
“Tanggal 20 Juni ini, akan libur akhir semester. Tapi yang pulang hanya sebagian, karena Fajar Cendikia, menerapkan sistem pengabdian untuk sebagian peserta didiknya,”ujar Ustaz Sukron.
Ponpes Fajar Cendikia, merupakan pesantren khusus dhuafa, semua peserta didik tidak dikenakan biaya alias gratis. Dalam belajar mengajar pondok tersebut fokus di tahfidz dan kajian kitab kuning.
Namun demikian juga ada sekolah formal untuk tingkat SMP dan Aliyah. Saat ini jumlah peserta didik atau santri dari tingkat SMP sampai Aliyah berjumlah 65 orang, dengan target semua santri hafiz Alquran.
“Syarat masuk ke Ponpes Fajar Cendikia, pertama dhuafa, seperti yatim atau piatu. Semua biaya gratis tidak dipungut biaya, semua khusus untuk yatim dhuafa,”ujarnya mengatakan penerimaan peserta didik baru dilakukan Juli mendatang sambil menunggu langsung instruksi pemerintah untuk teknis lebih lanjutnya.
Syaratnya masuk tidak harus hafal Quran, tapi tentunya ada niat dan ingin serius belajar tahfidz dan dalam dua tahun bisa hafal sepuluh juz dan kajian kitab kuning. Semua akan diseleksi oleh tim khusus.
Dia memastikan Fajar Cendikia, tetap menerapkan protokol kesehatan pemerintah sesuai anjuran pemerintah. Semua Santri jika keluar lingkungan pondok harus sesuai protap yang telah ditentukan terutama masker dan cuci tangan.
“Ponpes Fajar Cendikia rasionya kecil lokasi, lokasinya hanya di atas lahan seribu meter persegi, oleh karena tidak perlu khawatir soal kesehatan dijamin aman. Karena jumlah santri juga dibatasi sesuai kapasitas,”pungkasnya.