PPDB Jateng Ditutup, 13.834 Pendaftar Gunakan SKD
Editor: Makmun Hidayat
SEMARANG — Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) Jateng tingkat SMAN/SMKN/SLBN 2020, resmi ditutup pada Kamis (25/6/2020), pukul 16.00 WIB. Tercatat, ada 13.834 calon peserta didik yang menggunakan Surat Keterangan Domisili (SKD), sebanyak 1.007 di antaranya, telah mencabut berkas SKD karena terindikasi palsu.
“Setelah penutupan pendaftaran, tahap selanjutnya berupa evaluasi seleksi pada 26 – 29 Juni 2020 dan pengumuman hasil seleksi tanggal 30 Juni 2020. Setelah itu proses daftar ulang, yang diikuti dengan verifikasi fisik secara tatap muka, di masing-masing satuan pendidikan pada tanggal 1 hingga 8 Juli 2020,” papar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Jateng, Jumeri di Semarang, Kamis (25/6/2020) petang.
Ditegaskan, karena proses verifikasi fisik bersifat langsung atau tatap muka, pihaknya memastikan penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan sungguh-sungguh. Termasuk menggunakan masker, menjaga jarak hingga pembagian jadwal verifikasi fisik agar tidak terjadi kerumunan di sekolah.
“Dalam verifikasi fisik ini, siswa atau orang tua wali harus hadir ke sekolah, dengan membawa bukti fisik persyaratan pendaftaran. Verifikasi fisik ini penting, sebagai filter untuk mencegah pemalsuan data atau persyaratan lainnya,” paparnya.
Jumeri menegaskan, apabila pada saat verifikasi data itu ditemukan ketidakbenaran, maka calon peserta didik akan dicoret, meski dirinya sudah dinyatakan diterima. Untuk proses ini, dirinya meminta masyarakat untuk ikut mengawasi dan melaporkan apabila terjadi kecurangan.
“Kami minta masyarakat membantu melaporkan apabila ada indikasi kecurangan. Pasti kami cek, dan kalau terbukti benar curang, langsung kami coret,” tandasnya.
Ditambahkan, kuota SMA dan SMK pada PPDB Jateng 2020 mencapai 216.000 siswa, dengan jumlah sekolah dari 361 unit SMA negeri dan 234 SMK negeri. Sementara itu, jumlah lulusan SMP tahun ini ada 508.000.
“Jika seluruhnya mendaftar, maka yang diterima di sekolah negeri hanya sekitar 40 persen. Namun bagi yang tidak diterima, juga jangan berkecil hati. Masih banyak sekolah swasta berkualitas, yang bisa menjadi tujuan pendaftaran,” terang Jumeri.
Sementara, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menegaskan, pihaknya tidak main-main soal integritas dalam pelaksanaan PPDB Jateng.
“Setelah penutupan ini, nantinya pihak Disdikbud Jateng akan memerintahkan cabang dinas dan kepala sekolah, untuk verifikasi. Untuk itu, saya ingatkan seluruh kepala sekolah SMAN/SMKN/SLBN se-Jateng, untuk tidak main-main dalam proses ini,” terangnya.
Ganjar mengaku setiap melakukan pantuan dalam pelaksanaan PPDB 2020, untuk melihat proses hingga beragam kendala serta dinamika yang terjadi. Termasuk adanya belasan ribu penggunaan SKD, dengan 1.007 diantaranya yang terindikasi kemungkinan palsu.
“Sampai hari ini checking-nya sudah ketat, dari Disdikbud ngecek dan sistemnya bagus. Nanti selebihnya, pada proses daftar ulang, pihak sekolah yang akan mengecek ulang secara langsung. Sekali lagi saya ingatkan, agar kepala sekolah juga ikut mengawasi, tidak boleh ada yang main-main. Kalau diketahui ada yang ‘bermain’, kepala sekolah langsung saya ganti,” tutupnya.