Positif Covid-19 di Indonesia Mencapai 49.009 Kasus
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Pemerintah lewat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, mencatat penambahan kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia, per Rabu (24/6/2020) pukul 12.00 WIB mencapai 1.113 kasus. Dengan demikian jumlah total positif Covid-19 sampai dengan hari ini menembus angka 49.009 kasus, di mana 2.573 dinyatakan meninggal.
“Sampai dengan hari Rabu (24/6/2020) pukul 12.00 WIB, ini pasien yang dikonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia mencapai 49.009 kasus, di mana hari ini ada penambahan sebanyak 1.113 kasus baru,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto saat jumpa pers terkait penanganan Covid-19 di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (22/6/2020).
Sedangkan untuk kasus pasien sembuh, kata Yuri dari hari ke hari terus bertambah, di mana hari ini bertambah sebanyak 417 orang. Dengan demikian akumulasi pasien sembuh sampai dengan hari ini sebanyak 19.658 orang.
“Selain itu pasien positif Covid-19 yang meninggal hari ini juga bertambah sebanyak 38 orang, sehingga jumlah total yang meninggal hingga hari ini menjadi 2.573 orang,” ujarnya.
Yuri menyebutkan, ada penambahan kasus di beberapa provinsi. Beberapa wilayah itu antara lain Jawa Timur, DKI Jakarta, hingga Kalimantan Selatan. Di mana hari ini Provinsi Jawa Timur masih yang terbanyak dalam penambahan kasus positif Covid-19, yakni 183 kasus.
“Jawa Timur 183 orang kasus baru, sembuh 80 orang. DKI Jakarta 157 orang kasus baru sembuh 94 orang. Kemudian ada Sulsel 132 orang sembuh 39 orang. Maluku Utara 95 orang kasus konfirmasi (kasus) baru, 6 sembuh. Kalimantan Selatan 90 kasus baru 15 sembuh,” paparnya.
Yuri menambahkan, penambahan uji spesimen terkait Covid-19 di Indonesia kembali melampaui target 20 ribu tes. Per Rabu (24/6/2020), spesimen harian yang diuji mencapai sampel. Meski begitu, 21.233 sampel spesimen ini hanya berdasarkan pemeriksaan terhadap 12.238 orang. Sebanyak 1.113 di antaranya dinyatakan positif terjangkit Covid-19.
“Sampai saat ini total yang kami sudah periksa mencapai 689.492 spesimen. Pemeriksaan 12.238 orang ini meningkat dibanding hari sebelumnya yang hanya mencapai 8.564 orang. Pemeriksaan swab di Indonesia menggunakan metode PCR dan Tuberkulosis Tes Cepat Molekuler (TCM),” ujarnya.
Sementara itu Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyatakan daerah yang berisiko rendah dan hijau dari kasus penyebaran Covid-19 terus mengalami peningkatan. Sejak 31 Mei hingga 21 Juni 2020, persentase daerah dengan risiko penularang Covid-19 yang rendah dan yang termasuk zona hijau terus menunjukkan peningkatan.
“Persentase daerah yang berisiko rendah dan hijau pada 31 Mei mencapai 46,7 persen, tapi sempat turun menjadi 44,36 persen pada 7 Juni. Namun, pada 16 Juni meningkat menjadi 52 persen dan kembali naik pada 21 Juni di posisi 58,3 persen,” kata Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito di Jakarta, Rabu (24/6/2020).
Jadi sebut Wiku, relatif hampir 60 persen daerah di Indonesia risiko rendah dan hijau ini beberapa sektor yang aman mulai dibuka. Pemerintah, jelas Wiku, telah melakukan perubahan pendekatan dalam penanganan Covid-19 dari yang sebelumnya menggunakan pendekatan kuratif, saat ini mengedepankan pendekatan secara preventif dan promotif dalam penanganan Covid-19. Hal itu dilakukan karena pandemi Covid-19 belum dapat diketahui kapan akan berakhir.
“Sesuai dengan kebijakan yang sudah dibuat pemerintah, ada tahapan-tahapan untuk membuka kembali kegiatan masyarakat agar bisa produktif tapi tetap aman dari Covid-19. Dilihat dari sisi ekonomi dan kesehatan, kita tidak lebih buruk dari yang lainnya. Bahkan relatif netral dan ini jadi modal kita untuk maju ke depan,” ungkapnya.