Perpusdes Bangunrejo di Lamsel Kembali Dibuka

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Ruhgiyanto, Kepala Desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan (Lamsel) menyebut sejak Maret silam pelayanan perpustakaan desa (Perpusdes) dihentikan. Sebab pengelola dan desa setempat fokus dalam penanganan Coronavirus Disease (Covid-19). Namun sejak transisi kenormalan baru atau new normal perpustakaan dibuka untuk umum.

Lokasi perpusdes diakui Ruhgiyanto berada di depan kantor desa setempat. Meski tidak dibuka untuk umum selama masa pandemi Covid-19, perpustakaan dimanfaatkan oleh warga. Sebab sejumlah petugas posko penanganan Covid-19 siaga di kantor desa. Sejumlah petugas posko kerap mempergunakan waktu untuk membaca buku agar kegiatan tidak membosankan.

Selain petugas posko Covid-19 aparatur desa setempat bisa membaca buku yang disediakan. Sejak diresmikan tiga tahun silam, Perpusdes memiliki koleksi sebanyak 1000 lebih buku berbagai jenis. Berbagai jenis buku meliputi buku kesehatan, pengetahuan, pertanian, keagamaan dan buku penunjang pelajaran sekolah. Tempat yang nyaman,strategis jadi pilihan bagi warga untuk membaca buku.

“Dampak Covid-19 kunjungan ke perpustakaan menurun karena dominan pengunjung pelajar dari TK,SD yang istirahat atau pulang sekolah memanfaatkan waktu membaca,meminjam buku untuk dibawa pulang,” terang Ruhgiyanto saat ditemui Cendana News, Kamis (11/6/2020).

Kunjungan ke perpustakaan desa menurutnya mulai kembali meningkat saat new normal diberlakukan. Sebab pengunjung perpustakaan diharuskan menerapkan protokol kesehatan. Pengunjung perpustakaan yang akan membaca, meminjam buku diwajibkan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak.

Ruhgiyanto, Kepala Desa Bangunrejo Kecamatan Ketapang Lampung Selatan memperlihatkan perpustakaan desa setempat yang kerap digunakan oleh warga dan pelajar membaca buku, Kamis (11/6/2020). -Foto Henk Widi

Kepada para pelajar yang masih melakukan kegiatan belajar dari rumah, Ruhgiyanto menyebut mulai bisa mendatangi perpustakaan. Sebab lokasi perpustakaan yang strategis memiliki ruangan yang nyaman untuk membaca buku. Orangtua yang memiliki anak usia sekolah dianjurkan untuk memanfaatkan fasilitas perpusdes dengan koleksi buku yang banyak.

“Koleksi buku sebagian bantuan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, sebagian dibeli dari anggaran dana desa,” terang Ruhgiyanto.

Penggunaan dana desa untuk sektor pendidikan menurutnya telah dimanfaatkan dengan baik. Sebab 20 persen anggaran dipergunakan untuk pembangunan fasilitas bangunan perpustakaan. Selain itu fasilitas rak tempat menyimpan buku, tempat membaca disediakan untuk memberi kenyamanan bagi pengunjung.

Ruhgiyanto juga menyebut berkoordinasi dengan sekolah di dekat perpustakaan desa. Sebab siswa sekolah yang memanfaatkan waktu luang sebelum dijemput orangtua bisa memilih waktu dengan membaca buku. Kepada para orangtua, perpustakaan desa bisa jadi lokasi menunggu saat menjemput anak saat sekolah.

“Lokasi perpustakaan desa bisa jadi titik kumpul orangtua sembari menunggu anak pulang sekolah sembari membaca buku,” cetusnya.

Minat masyarakat untuk membaca buku terlihat dari buku register kunjungan dan peminjaman. Pada kondisi normal sehari rata rata ada 30 hingga 50 pengunjung. Namun selama masa pandemi Covid-19 pengunjung sebanyak 10 orang sudah cukup banyak. Pengunjung merupakan warga yang memiliki keperluan di kantor desa mengisi waktu dengan membaca buku.

Slamet, salah satu pengunjung perpustakaan desa Bangunrejo mengaku koleksi buku cukup lengkap. Disusun dalam sejumlah rak pengaturan menyesuikan judul. Bagi anak anak yang akan membaca buku disusun pada rak yang lebih rendah dan telah dikategorikan sesuai kebutuhan pembaca. Ia memilih membaca buku terkait sejarah dan budaya.

“Desa yang memiliki fasilitas perpustakaan akan membantu warganya mencari pengetahuan dari buku,” terangnya.

Jupri, warga lain yang membaca buku di perpustakaan mengaku ia memilih ilmu pertanian. Sejumlah buku yang bisa dipinjam akan dipergunakan untuk belajar tata cara membuat bonsai. Pecinta tanaman bonsai itu mengaku bisa belajar dari buku yang disiapkan oleh Perpusdes Bangunrejo. Tata cara mencangkok bahan bonsai jadi pilihan baginya untuk dibaca dan diaplikasikan.

Lihat juga...