Peneliti Pesisir Sanggah Adanya Bangkai Kapal di Pantai Sukabumi

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Ramainya berita terkait adanya bangkai kapal di laut Pantai Cikembang Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, disanggah oleh Kepala Loka Riset Sumber Daya dan Kerentanan Pesisir, Nia Naelul Hasanah. 

“Berdasarkan hasil penelusuran data penampakan foto kapal yang diduga kapal tenggelam dan terekam oleh google map pada koordinat -6.972728, 106.427270, kemungkinan kapal tersebut merupakan kapal cargo yang tertangkap oleh citra yang merekam pada tanggal 20 Maret 2019,” kata Nia melalui komunikasi online, Senin (22/6/2020).

Dari penelusuran data historical imagery pada lokasi titik yang sama dengan beberapa time series yang berbeda, lanjutnya, tidak terlihat adanya penampakan kapal yang diduga tenggelam di lokasi tersebut.

“Belum turun ke lapangan, karena berita terkait hal itu baru muncul tiga hari yang lalu,” ujarnya saat dikonfirmasi apakah sudah dilakukan penelitian lapangan.

Kepala Loka Riset Sumber Daya dan Kerentanan Pesisir Nia Naelul Hasanah, saat Zoom Webinar beberapa waktu lalu. – Foto Ranny Supusepa

Secara logika, ungkapnya, jika memang benar ada bangkai kapal di situ, nelayan di sana harusnya bisa melihat sendiri.

“Karena kedalaman di area tersebut, terpantau melalui peta batimetri juga hanya 6-10 meter saja. Artinya, kalau skin diving atau snorkling juga bisa melihat langsung bangkai kapal sebesar itu. Buktinya kan mereka sering menangkap ikan di situ tapi tidak pernah melihat ada bangkai kapal,” imbuhnya.

Terkait penampakan di Google Earth yang memperlihatkan citra kapal yang berada di bawah permukaan, Nia menjelaskan hal tersebut mungkin saja terjadi.

“Gambar citra itu kan berlayer-layer. Jadi gambar kapal kargo yang tertangkap tahun 2019 itu kemudian layernya tertimpa dan orang kadang-kadang bisa lihat lagi di tahun-tahun  setelahnya. Gampangnya seperti gambar yang tertumpuk-tumpuk,” urainya.

Ia juga menyampaikan bahwa jika melihat gambar Google Map itu, kemungkinan data lama yang dimunculkan kembali pada lokasi yang sama.

“Namun sudah diolah oleh pihak Google sendiri sepertinya. Karena kan yang bisa mengolah ya mereka sendiri kalau yang munculnya di map tersebut. Kemudian dimunculkan kembali gambarnya seperti sekarang itu. Jadi kondisinya bisa terlihat berbeda. Namun bila dilihat dari arah dan bentuk kapal tidak ada perubahan sama sekali,” pungkasnya.

Beberapa instansi terkait kelautan maupun transportasi laut, juga menyatakan tidak pernah menerima laporan terkait adanya kapal yang tenggelam di area tersebut.

Lihat juga...