Paroki Thomas Morus Maumere Bedah Rumah Warga Miskin

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Setelah mendapatkan informasi mengenai adanya warga yang juga seorang janda miskin menempati gubuk reyot bersama anak lelakinya di RT 39, RW 12, Kelurahan Waioti, Kota Maumere, pastor paroki Thomas Morus, memberikan bantuan.

Pastor Paroki St.Thomas Morus Keuskupan Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menggandeng warga masyarakat di sekitar rumah janda miskin ini dan melakukan kegiatan bedah rumah.

“Semua bahan bangunan merupakan sumbangan dari tokoh masyarakat dan Pastor Paroki Thomas Moorus, Romo Laurensius Noi, Pr, “ kata Ketua RT 39/ RW 12, Kelurahan Waioti, Kota Maumere, Yakobus Djawa, Rabu (24/6/2020).

Yakobus mengatakan, semua warga sekitar dan umat di KUB Santo Yohakim bergotong royong bekerja membangun rumah berdinding bambu belah (halar) dan berlantai semen tersebut.

Anak lelaki mama Yuvensia Veronika yang tinggal bersamanya saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Waioti, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (24/6/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Rumah sederhana ini beratap seng, dilengkapi kamar mandi dan toilet. Saat ini sedang dalam pengerjaan kamar mandi dan toilet, sehingga rumah tersebut belum bisa ditempati.

“Diperkirakan sudah selesai dalam minggu ini. Kita bersyukur adanya bantuan dari gereja dan tokoh masyarakat, sehingga mama Yuvensia bisa segera menempati rumah yang layak huni,” ungkapnya.

Rumah sederhana tersebut, tambah Yakobus, dibangun dengan ukuran panjang 6 meter dan lebar 5 meter. M emiliki empat kamar, yakni dua kamar tidur dan satu kamar makan dan ruang tamu.

Dia mengatakan, sebegai ketua RT dirinya kaget setelah mengunjungi kelurga ini, sehingga dirinya membangun komunikasi dengan beberapa tokoh masyarakat dan pihak gereja, untuk membangun rumah sederhana bagi mama Yuvensia.

“Saya sudah bangun komunikasi dengan Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok timur dan Dinas Sosial Kabupaten Sikka, beberapa kali. Tapi mungkin ada kendala, sehingga bantuan pembangunan rumah tidak terlaksana oleh pemerintah,” ungkapnya.

Saat ditemui di rumahnya, Fransiskus Beni, anak lelaki mama Yuvensis Veronika mengaku senang bisa mendapatkan bantuan pembangunan rumah yang dilaksanakan oleh pihak gereja SatoThomas Morus bekerja sama dengan tokoh masyarakat.

Menurut Beni, selama ini ia dan mamanya tinggal berdua di gubuk reyot  karena pendapatan pas-pasan. Keduanya hanya mengandalkan hasil kebun sekitar setengah hektare untuk bertahan hidup, dengan menanam singkong, jagung dan lainnya.

“Kami tidak pernah mendapatkan bantuan apa pun dari pemerintah, termasuk dana Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan pemerintah saat pandemi Corona,” ungkapnya.

Lihat juga...