Manggala Agni KLHK Siap Bertugas di Era ‘New Normal’
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Basar Manullang, mengungkapkan, di tengah pandemi Covid-19, untuk menjaga keberlangsungan pelaksanaan tugas dan fungsi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, perlu dilaksanakan tatanan normal baru dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.
“Kesehatan dan keselamatan penyelenggara tetap menjadi prioritas dalam melaksanakan pelayanan publik begitu juga dalam pengendalian karhutla,” tegas Basar melalui rilis jejaring media sosial Whatsapp yang diterima Cendana News, Jumat (12/6/2020).
Basar sangat mengapresiasi Manggala Agni sebagai salah satu stakeholder pengendalian karhutla, mencoba untuk berbagi pemikiran tentang bagaimana tatanan normal baru dilaksanakan dalam pengendalian karhutla.
“Sinergitas stakeholder sangat diperlukan dalam pengendalian karhutla, oleh karena itu diskusi ini sangat bermanfaat bagi para stakeholder penyelenggara pengendalian karhutla,” pungkas Basar melalui video conference.

Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Kalimantan, Johny Santoso, menjelaskan, penyelenggara pengendalian karhutla terdiri dari multi stakeholder yang kerap bersama-sama melaksanakan pengendalian karhutla secara terpadu. Multi stakeholder yang ada harus siap bersama-sama menghadapi tatanan normal baru.
“Konsep menghadapi tatanan normal baru yang disampaikan ketiga Kepala Daops Manggala Agni ini adalah pemikiran sederhana. Mungkin belum bersifat universal atau komprehensif, namun bisa menjadi gambaran kita bersama hal-hal apa saja yang diperlukan dalam menghadapi tatanan normal baru pada kegiatan pengendalian karhutla,” terang Johny
Bahasan yang menarik dalam diskusi “Kirana” (Pemikiran Sederhana) secara virtual diselenggarakan oleh Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Kalimantan.
Diskusi bertajuk Kirana (Pemikiran Sederhana) di Tengah Corona ini menghadirkan tiga narasumber yaitu: Binsar O. Togatorop (Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan III/ Pangkalan Bun-Kalimantan Tengah), Rudi W. Darisman (Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan X/ Ketapang-Kalimantan Barat), dan HM Faisal (Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan XII/ Paser-Kalimantan Timur).
Diskusi yang berlangsung selama dua jam ini, diikuti sekurangnya dua ratus peserta yang berasal dari berbagai stakeholder, antara lain: perwakilan Manggala Agni se-Indonesia, Brigade Pengendalian Karhutla pada Kesatuan Pengelolaan Hutan di Kalimantan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah di Kalimantan, regu pemadam pada pelaku usaha kehutanan, perkebunan dan pertambangan, serta pemadam swasta di Kalimantan.