Kemenkes Sepakati Kerja Sama dengan Inggris Terkait AMR

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Setelah melakukan pembicaraan panjang dan rangkaian pertemuan, Kementerian Kesehatan akhirnya sepakat untuk bekerja sama dengan Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Inggris. 

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyampaikan bahwa kerja sama ini terkait pada pengendalian Anti Microbacterial Resistance.

“Kerja sama ini meliputi area pelayanan kesehatan, pencegahan dan pengendalian penyakit, teknologi dan alat kesehatan, pengembangan SDM kesehatan, serta penelitian dan pengembangan kesehatan,” kata Terawan saat acara penandatanganan kerja sama secara online di Jakarta, Senin (22/6/2020).

Ia memaparkan bahwa salah satu bentuk kolaborasi pada MoU kerja sama tersebut adalah layanan kesehatan masyarakat melalui telemedicine. 

“Akan dilakukan kolaborasi untuk mengembangkan peta jalan pelaksanaan layanan kesehatan masyarakat secara digital. Harapannya, kerja sama ini akan menjadi peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Indonesia dan Inggris juga telah menyepakati kerja sama hibah the Fleming Fund untuk pengendalian AMR bernilai 4,8 juta poundsterling.

“Program hibah Fleming Fund tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan negara dalam mengidentifikasi dan mendiagnosis infeksi resisten obat dengan titik berat pada infeksi bakteri, serta untuk memperbaiki data surveilans agar dapat digunakan untuk menentukan kebijakan tingkat nasional dan internasional,” kata Terawan lebih lanjut.

Komitmen Indonesia dalam melibatkan the Fleming Fund adalah dengan membiayai hingga 10 ilmuwan Indonesia, peneliti, dokter sebagai bagian dari beasiswa Fleming Fund. Kementerian Kesehatan akan bekerja sama dengan seluruh lintas kementerian dan stakeholder terkait seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perikanan dan Kelautan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BPOM, dan Komite Nasional Pengendalian Resistensi Antimikroba dalam mengimplementasikan semua kegiatan pada program Fleming Fund.

“Setelah melalui diskusi kami menyepakati untuk memperkuat kerja sama kami melalui MoU ini. Kami berharap implementasi dari MoU bisa berhasil dan hasil yang dicapai bisa tepat waktu,” tandasnya.

Perwakilan Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Inggris Lord Bethell, yang terhubung secara online, mengatakan pandemi global COVID-19 menyoroti pentingnya kebersamaan negara dalam menyelesaikan tantangan kesehatan ini, mulai sekarang dan di masa depan.

“Persetujuan seperti ini merupakan cara untuk berbagi pengetahuan dan keahlian antara inggris dan Indonesia, penguatan sistem kesehatan kita, dan akhirnya menyelamatkan kehidupan,” ucapnya.

Lihat juga...