Kasus Baru Covid-19 di Banyumas dari Pemudik Asal Jakarta

Editor: Koko Triarko

Bupati Banyumas, Achmad Husein, di halaman Pendopo Sipanji, Purwokerto, Senin (8/6/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

PURWOKERTO – Pemudik yang baru pulang dari Jakarta dan hasil swab dinyatakan positif, menularkan kepada salah satu anggota keluarganya. Sehingga, Pemkab Banyumas memberlakukan lockdown terhadap desa itu, yaitu Desa Tipar Kidul, Kecamatan Ajibarang.

“Mulai hari ini, Desa Tipar Kidul, Kecamatan Ajibarang diberlakukan lockdown, karena sudah ada penambahan dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Bupati Banyumas, Achmad Husein, Senin (8/6/2020).

Penambahan dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ini sebenarnya sangat disayangkan, karena terjadi di saat Pemkab Banyumas mulai menerapkan new normal.

Sehingga, Bupati Banyumas menegaskan, penerapan new normal memang mempunyai makna kembali hidup normal, di mana tempat ibadah mulai dibuka secara bertahap, wisata dan lainnya. Namun, kembalinya aktivitas normal tersebut harus disertai dengan penerapan protokol kesehatan.

New normal itu memang sudah diperbolehkan beraktivitas seperti sebelumnya, namun tetap disertai protokol kesehatan, yaitu wajib menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun dan lain-lain,” tuturnya.

Sementara itu dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, dengan bertambahnya kasus terkonfirmais positif Covid-19 dari klaster pemudik, maka total jumlah kasus Covid-19 di Banyumas saat ini mencapai 67 orang. Dan, yang masih menjalani perawatan sekarang bertambah menjadi 11 orang. Sisanya 53 orang dinyatakan sembuh, dan 3 meninggal dunia.

“Sekarang Kecamatan Ajibarang juga masuk zona merah, karena adanya penambahan dua positif Covid-19 tersebut,” kata Kepala Dinkes Banyumas, Sadiyanto.

Dari peta penyebaran Covid-19 di Kabupaten Banyumas, nyaris tidak ada zona hijau. Sedangkan zona kuning hanya ada pada tiga kecamatan,yaitu Kecamatan Wangon, Baturaden dan sebagian Kecamatan Karanglewas.

Meskipun begitu, Pemkab Banyumas sudah memperbolehkan masjid-masjid serta tempat ibadah lainnya untuk mulai menggelar salat berjemaah, dengan berbagai ketentuan yang berlaku.

Salah satu warga Kecamatan Purwokerto Utara, Toni, mengatakan, penerapan new normal membuat sebagian orang menggampangkan atau mulai meremehkan aturan yang ada.

Menurutnya, sejak new normal, justru warga yang enggan menggunakan masker makin banyak, sebab mereka beranggapan kondisi sudah aman.

“Coba saja lihat di pinggir jalan, kalau ada anak-anak muda sedang bercengkerama atau rombongan pengamen di perempatan jalan, banyak yang tidak menggunakan masker, apalagi warga yang mengobrol di warung-warung, banyak yang merokok di tempat umum dan masker hanya sekadar dikalungkan saja,” katanya.

Lihat juga...