Karena COVID-19, PAD Pasar Kabupaten Batang Turun 20 Persen

Pembeli berinteraksi dengan pedagang, saat uji coba persiapan pasar penerapan Normal Baru di Pasar Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Sabtu (6/6/2020) – foto Ant

BATANG – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Batang, Jawa Tengah memperkirakan, target retribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar bakal turun 20 persen karena pandemi COVID-19.

Dengan demikian diprediksikan ada penurunan sekira Rp680 juta, dari target Rp3,4 miliar yang telah ditetapkan sebelumnya. Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten, Batang Subiyanto mengatakan, saat ini ada delapan pasar yang dikelola pemkab.

Dari Pasar Batang, Warungasem, Limpung, Bandar, Blado, Bawang, Tersono, dan Plelen Gringsing, semuanya diperkirakan tidak mampu memenuhi target PAD 2020 sebesar Rp3,4 miliar. “Kami memperkirakan PAD sektor pasar turun 20 persen atau Rp680 juta dari target yang ditetapkan,” katanya, Minggu (7/6/2020).

Subiyanto mengatakan, rendahnya tingkat pengunjung pasar selama pandemi COVID-19, mengakibatkan transaksi jual beli di pasar juga turun. Hal itu berimbas pada retribusi PAD sektor pasar. “Selama tiga bulan yaitu Maret, April, dan Mei 2020, transaksi jual beli di pasar turun drastis,” tandasnya.

Sementara, uji coba penerapan tatanan normal baru untuk aktivitas pasar yang dilakukan pemerintah daerah, diharapkan dapat membantu mendongkrak retribusi PAD. Tercatat selama tiga bulan masa pandemi, retribusi PAD pasar tersebut terpuruk. “Semoga melalui uji coba tatanan normal baru, PAD sektor pasar dapat dikejar. Adapun pada uji coba tatanan normal baru, pemkab akan lebih ketat memberlakukan protokol kesehatan di sejumlah pasar, hal ini agar tidak menimbulkan klaster baru, namun aktivitas jual beli tetap berjalan,” jelasnya.

Pedagang ikan di Pasar Batang menyebut, selama masa pandemi COVID-19, transaksi jual beli di pasar relatif sepi. Kondisi tersebut berdampak pada hasil pendapatan. “Sebelum pandemi COVID-19, kami mampu menjual ikan 40 kilogram per hari, tetapi selama tiga bulan terakhir ini, hanya separuhnya saja atau 20 kilogram ikan,” kata Surtinah, salah satu pedagang ikan. (Ant)

Lihat juga...