Germas dan CTPS Kembali Digencarkan di Lamsel
Editor: Makmun Hidayat
LAMPUNG — Kepala Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Samsu Rizal menyebut masa kenormalan baru sektor kesehatan jadi prioritas. Sejumlah langkah pun digencarkan, seperti membangun kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Sejumlah aktivitas yang kembali dibuka harus memperhatikan pola kenormalan baru yang ditetapkan. Secara garis besar new normal bidang kesehatan masyarakat dilakukan melalui Germas, PHBS dan CPTS.
Germas atau gerakan masyarakat hidup sehat menurut Samsu Rizal merupakan program Kementerian Kesehatan sejak lama. Implementasinya melalui pola hidup sehat dan perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS dengan sejumlah langkah.
Langkah yang selama ini telah dilakukan melibatkan tenaga medis, paramedis dan unsur pemerintah dengan cuci tangan pakai sabun atau CTPS. Pada kehidupan sehari-hari rutin mencuci tangan dengan sabun dilakukan saat sebelum makan, setelah kontak dengan orang lain, berkontak dengan benda yang terkontaminasi.
“Pendisiplinan kebiasaan baru untuk menerapkan langkah menjaga kesehatan terus dilakukan mulai tingkat bawah dalam keluarga, lingkungan pasar, tempat ibadah, sekolah dan pada sejumlah pelaku usaha dengan menyediakan tempat cuci tangan yang mudah diakses,” terang Samsu Rizal saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (5/6/2020).
Sebanyak 17 desa di Kecamatan Ketapang menurut Samsu Rizal mengaplikasikan wastafel portable. Instalasi tempat cuci tangan lengkap dengan sabun dipasang pada sejumlah lokasi yang kerap dikunjungi masyarakat. Selama masa new normal pengecekan sejumlah fasilitas tersebut akan diperketat agar stok air dan sabun selalu tersedia.

Melibatkan tenaga perawat, bidan desa melalui pelaksana program gizi, promosi kesehatan (Promkes) dan unsur lain new normal terus didisiplinkan. Edukasi pada tingkat terbawah melalui keluarga dengan tindakan preventif dan promotif guna mencegah penularan penyakit disampaikan melalui sejumlah cara. Sebab sebagian masyarakat secara mandiri mencari informasi mengenai cara pencegahan Covid-19.
“Edukasi Puskesmas telah dilakukan seperti pemasangan banner, pamflet di area strategis serta melalui media sosial dan sarana komunikasi lain,” terang Samsu Rizal.
Pengetatan disiplin new normal yang terus disosialisasikan menyasar sejumlah lokasi. Petugas Puskesmas menurutnya berkoordinasi dengan Linmas desa yang memiliki pasar untuk berjaga di pintu masuk. Peringatan diberikan kepada pedagang,pembeli untuk mengenakan masker, menjaga jarak (social/physical distancing) dan mencuci tangan dengan sabun.
“Tindakan tegas dengan cara melarang pengunjung tak bermasker jadi cara pencegahan penyebaran Covid-19,” terang Samsu Rizal.
Pada area Pasar Sri Pendowo yang berada dekat dengan Puskesmas Rawat Inap Ketapang diterapkan pola penjagaan. Penjagaan pada pintu masuk dilengkapi dengan wastafel portable, penyediaan masker yang dijual bagi pengunjung tak bermasker. Sementara pemerintah desa dan unsur terkait melakukan tindakan preventif selama 14 hari masa sosialisasi new normal.
Selain menerapkan Germas melalui PHBS dan CPTS,melalui pelaksana program Promkes anjuran menjaga imunitas tubuh terus digencarkan. Selain rutin olahraga,asupan gizi selama masa new normal pandemi Covid-19 sangat diperlukan. Sejumlah asupan gizi yang dianjurkan meliputi protein hewani berasal dari daging sapi, daging ayam dan ikan.
“Anjuran mengonsumsi daging sapi karena memiliki kandungan asam amino untuk menjaga imunitas dan memperbaiki sel rusak,” terang Samsu Rizal.
Meski demikian asupan gizi dasar melalui empat sehat lima sempurna tetap dianjurkan. Masyarakat yang memiliki bahan sayuran serta berbagai bahan pangan bergizi bisa dimanfaatkan untuk konsumsi kerluarga. Penggunaan jamu tradisional berbahan alami dengan khasiat menjaga stamina sangat diperlukan selama new normal.
Pendisiplinan sektor kesehatan selama masa new normal menurut Samsu Rizal butuh proses. Sebab untuk memakai masker warga kerap enggan. Langkah tegas dilakukan pada lokasi usaha pasar, toko dengan cara tidak melayani konsumen tak bermasker. Selain itu pemerintah desa wajib menegur tempat usaha tak menyediakan tempat cuci tangan.
Nurmala, salah satu pedagang jamu tradisional keliling mengaku permintaan meningkat selama pandemi Covid-19. Saat new normal ia menyebut permintaan paling banyak pada jamu berbahan kunyit dan sejumlah paitan. Selain untuk pencegahan covid, saat kondisi cuaca kerap berubah asupan jamu jadi alternatif menjaga stamina.
“Masyarakat yang meminta jamu tradisional semakin meningkat karena kesadaran menjaga imunitas tinggi,” paparnya.
Pada sektor penyediaan gizi, pedagang sayuran keliling bernama Citradewi mengaku bahan makanan segar banyak diminta. Selama berbelanja di pasar sebelum berkeliling ia menyebut permintaan akan daging sapi cukup meningkat. Selain itu wanita yang membawa berbagai jenis sayuran,ikan air tawar dan air laut banyak diminati. Sebab bahan makanan bergizi banyak diminati sejumlah ibu rumah tangga.