Di Riau Muncul Klaster Baru Penyebaran COVID-19

Juru Bicara COVID-19 Riau, dr Indra Yovi Sp.P (K), memberikan keterangan pers di Kota Pekanbaru, Senin (13/4/2020) – Foto Ant

PEKANBARU – Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Riau menyatakan, penambahan jumlah pasien COVID-19 menjadi 134 orang di daerah tersebut dipengaruhi oleh keberadaan klaster penularan baru.

Yakni klaster penularan pegawai bank BUMN di Kota Pekanbaru. “Klaster baru itu berasal dari bank BUMN di Jalan Sudirman dekat Pasar Sukaramai, Pekanbaru,” kata Juru Bicara COVID-19 Riau, dr Indra Yovi Sp.P(K), Kamis (18/6/2020).

Ada penambahan enam kasus positif baru di Riau, sehingga kini ada 134 kasus positif COVID-19. Klaster penularan pegawai bank BUMN tersebut telah menyumbangkan empat orang pasien. Meski menjadi klaster penularan baru, Gugus Tugas tidak mau menyebutkan nama bank BUMN tersebut. Gugus Tugas menyatakan, klaster baru tersebut diduga bermula dari seorang pegawai bank BUMN di Pekanbaru berinisial DH (46).

Pegawai tersebut terkonfimasi positif COVID-19 di Batam, Kepulauan Riau, setelah hasil rapid test diketahui reaktif. Dan tes swab hasilnya positif COVID-19. Dan DH langsung diisolasi di RS Batam. DH merupakan salah satu pegawai bank BUMN di Kantor Cabang Sukaramai, Jalan Sudirman, Pekanbaru, yang disebut sedang melakukan perjalanan liburan atau cuti ke Batam. Sebelum berangkat ke Batam, DH sempat melakukan rapid test mandiri dan terkonfirmasi positif.

Namun DH tetap berangkat ke Batam, namun tidak menggunakan pesawat terbang. Gugus Tugas Riau langsung melakukan tes swab PCR (Polymerase Chain Reaction) terhadap ratusan pegawai di bank BUMN tempat pasien bekerja. Hasilnya, ada tiga pegawai yang dinyatakan positif COVID-19. “Pasien 131-133 adalah klaster baru,” kata Indra Yovi.

Ke-tiga pasien dari klaster pegawai bank BUMN tersebut kini sudah dirawat di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru. Dua di antaranya adalah pegawai pihak ketiga (outsourching), dan satu lagi pegawai bank. Mereka antara lain berinisial AS (26), NY (32), dan SH (23). Mereka tidak ada riwayat perjalanan dari daerah terjangkit, dan tidak ada kontak erat dengan pasien COVID-19. “Merupakan hasil pengembangan penemuan kasus positif dari pelaksanaan rapid test yang dilakukan oleh salah satu perusahaan BUMN,” katanya.

Dengan penambahan tersebut, total positif COVID-19 di Riau ada 134 kasus yang terdiri dari 13 orang dirawat, 113 sehat dan sudah dipulangkan, dan delapan orang meninggal dunia. (Ant)

Lihat juga...