Tim Gabungan Lakukan Pencarian Nelayan Hilang di Bali
Editor: Koko Triarko
BADUNG – Sub Satgas Polair Ops Ketupat Agung-2020 Polda Bali terus melakukan pencarian terhadap korban bernama Made Dolpin, pencari ikan menggunakan sampan yang hilang saat melaut di Perairan Water Blow, Rabu (20/5/2020). Penyisiran mulai dilakukan oleh petugas dari pantai Water Blow dan perairan Nusa Dua, Jumat (22/5/2020).
Komandan operasi ketupat, Ipda Ketut Damar, mengatakan korban Made Arnawa alias Made Dolpin yang merupakan nelayan berpamitan kepada keluarga untuk mencari ikan di laut selatan pulau Bali. Korban tinggal di jalan Lingkar Kampus Unud Jimbaran, Badung.
Dikatakan, kronologis kejadian pada Rabu (20/5/2020) sekitar pukul 05.30 WITA, korban dari rumah menuju Tanjung Benoa, untuk beraktivitas seperti biasa, melaut mancing ikan menggunakan perahu. Sekitar pukul 14.15 WITA, korban sempat menginformasikan ke temannya melalui telepon, bahwa perahu korban saat itu terbalik di perairan Nusa Dua. Dan, telepon terputus.

“Setelah itu, teman korban yang juga merupakan saksi atas nama Wayan Rajat Gunawan, asal Tanjung Benoa, kembali menelepon korban dengan maksud menanyakan kondisi dan posisi korban, namun sayang, HP korban sudah tidak bisa dihubungi lagi,” ujar Ipda Ketut Damar, Jumat (22/5/2020).
Merasa curiga, saksi langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polair terdekat, dan Polair langsung berkoordinasi dengan Basarnas dan TNI AL dan melakukan pencarian korban di sepanjang pantai Nusa Dua.
“Sampai saat ini kita Subsatgas Polair Ops Ketupat Agung bergabung dengan TNI AL dan Basarnas masih terus melakukan pencarian dan selalu berkoordinasi dengan pihak keluarga, dan tidak lupa juga selalu berdoa kepada Tuhan, agar korban segera dapat kita temukan,” ungkap Ipda Ketut Damar.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kantor Basarnas Bali, Gede Darmada, mengungkapkan saat kejadian memang kondisi gelombag di lokasi cukup ekstrem, tinggi gelombang mencapai 4 meter.
“Melihat situasi, tim RIB yang ada di laut tak heran jika sampan bisa terbalik dihantam ombak, namun kondisi gelombang tak menghentikan pencarian, karena kondisi Alut terpantau masih aman,” tuturnya.
Saat bersamaan, ada tim yang melakukan penyisiran darat di sepanjang bibir Pantai Water Blow. Hari pertama operasi SAR, tim gabungan belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Hingga hari ke tiga ini kami bersama tim gabungan terus melakukan upaya pencarian. Semoga korban lekas di ketemu,” tandasnya.