Positif Covid-19 di Indonesia Melonjak, Jadi 10.843 Kasus
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengumumkan data terbaru jumlah positif Covid-19 per hari ini, Sabtu 2 Mei 2020 pukul 12.00 WIB. Dimana jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia terus mengalami kenaikan, hari ini ada penambahan 292 kasus baru sehingga total positif Covid-19 melonjak 10.843 kasus dan 831 di antaranya meninggal dunia.
“Perkembangan terbaru, ada penambahan kasus terkonfirmasi positif Civid-19 yang baru sebanyak 292 kasus. Sehingga total kasus positif Covid-19 di Indonesia sampai hari ini menjadi 10.843, dimana jumlah positif Covid-19 hari sebelumnya sebanyak 10.551 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto saat jumpa pers terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Gedung BNPB, Jakarta, Sabtu (2/5/2020).
Selain itu untuk pasien sembuh, kata Yuri dari hari ke hari terus bertambah dan tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Untuk hari ini ada penambahan pasien sembuh sebanyak 74 orang, sehingga jumlah pasien sembuh sebanyak 1.665 orang. Dimana hari sebelumnya jumlah yang dinyatakan sembuh dari positif Covid-19 sebanyak 1.591orang.
“Dari hari ke hari jumlah pasien sembuh terus bertambah, dan tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Hari ini ada penambahan pasien sembuh sebanyak 74 orang, sehinga jumlah pasien yang sudah sembuh sampai hari ini adalah 1.665 orang. Tentu kita berharap pasien yang sembuh terus bertambah,” ujarnya.
Sedangkan untuk pasien positif Covid-19 yang meninggal kata Yuri, hari ini ada penambahan pasien positif Covid-19 yang meninggal sebanyak 31 orang. Sehingga jumlah total yang meninggal sebanyak 831 orang, sebelumnya jumlah yang meninggal akibat Covid-19 sebanyak 800 orang.
“Untuk pasien positif Covid-19 yang meninggal hari ini bertambah 31 orang, sehingga jumlah keseluruhan yang meninggal hingga hari ini sebanyak 831orang. Hari sebelumnya jumlah yang meninggal sebanyak 800 orang,” sebutnya.
Data hari sebelumnya, Jumat 1 Mei tahun 2020, jumlah positif Covid-19 sebanyak 10.551 kasus, dimana pasien yang dinyatakan sembuh 1.591 orang. Sedangkan yang meninggal dunia sebanyak 800 orang.
Melihat masih banyak pasien positif Covid-19 yang terus bertambah, Yuri terus mengingatkan kepada semua pihak untuk hidup bersih dan harus menjadi perhatian semua pihak. Dimana penambahan kasus positif menunjukkan masih ada yang belum melaksanakan isolasi, masih ada penularan karena kontak dekat, dan masih ada yang belum rajin cuci tangan pakai sabun.
“Untuk itu agar masyarakat menjaga jarak dalam komunikasi sosial. Baik dengan orang di luar rumah maupun di dalam rumah. Selain itu masyarakat juga harus menghindari kerumunan dan menggunakan masker saat ke luar dari rumah,” jelasnya.
Sementara itu dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengajak seluruh tenaga pengajar, pegiat pendidikan, para siswa dan masyarakat pada umumnya di tanah air untuk menyikapi makna dari tema yang diusung “Hari Pendidikan Nasional Belajar dari Covid-19”, sebagai bentuk konsistensi kegiatan belajar mengajar dari apa yang sedang dialami bangsa.
“Tema ‘Hardiknas Belajar dari Covid-19’ memberikan makna kepada kita bahwa, harus belajar dari apa yang kita alami selama ini termasuk juga belajar bersama-sama dalam era pandemi Covid-19 ini,” kata Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Hamid Muhammad saat jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta, Sabtu (2/5/2020).
Sebagai upaya untuk menegakkan Kegiatan Belajar Bengajar (KBM) di tengah Pandemi Covid-19, Kemendikbud telah mengatur kebijakan melalui Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 Kementerian Pendidikan yang di dalamnya membahas empat hal. Pertama, pembelajaran secara daring, baik secara interaktif maupun non interaktif. Hal ini perlu dilakukan meskipun tidak semua anak-anak dapat melakukan itu karena faktor infrastruktur.
“Dalam hal ini yang paling penting adalah pembelajaran harus terjadi meski di rumah. Tanpa para guru harus memiliki target bahwa kurikulum harus tercapai. Bukan memindahkan sekolah di rumah, namun pilihlah materi-materi esensial yang perlu dilakukan oleh anak-anak di rumah,” ungkapnya.
Kemudian yang kedua, tenaga pengajar atau guru harus memberikan pendidikan kepada anak-anak tentang kecakapan hidup, yakni pendidikan yang bersifat kontekstual sesuai kondisi rumah masing-masing, terutama pengertian tentang COVID-19, mengenai karakteristik, cara menghindarinya dan bagaimana cara agar seseorang tidak terjangkit.
“Ketiga, pembelajaran di rumah harus disesuaikan dengan minat dan kondisi masing-masing anak. Jadi jangan disama-ratakan untuk semua anak, harus memperhatikan semua kondisi lingkungan anak-anak, termasuk akses terhadap internet,” jelasnya.
Keempat tambahnya, bagi para tenaga pengajar atau guru, tugas-tugas yang diberikan kepada siswa tidak harus dinilai seperti biasanya di sekolah. “Tetapi penilaian lebih banyak kualitatif yang sifatnya memberi motivasi kepada anak-anak,” tutupnya.