Petugas Medis Tetap Siaga di Ujung Sumatera pada Hari Buruh
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
LAMPUNG — Meski tanggal merah atau hari libur nasional, sejumlah petugas kesehatan bersama personil Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lamsel tetap siaga di ujung Sumatera. Langkah tersebut diambil dalam tugas pencegahan dan penanggulangan Coronavirus Disease (Covid-19).
Iksan, salah satu perawat dari Puskesmas Palas dan Puskesmas Penengahan menyebutkan, selama masa tanggap darurat Covid-19 setiap hari disiagakan empat petugas medis sejak pagi hingga malam hari. Ia secara bergiliran akan bertugas sejak Senin (27/4/2020) hingga Minggu (31/5/2020) mendatang.
Salah satu kendala yang dihadapi selama bertugas menurutnya kondisi cuaca. Sebab tempat bertugas jauh dari kesan nyaman. Sebab posko yang dibuat hanya terdiri dari tenda dengan suhu panas di dekat akses masuk ke Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
“Biasanya tugas siaga di pelabuhan Bakauheni dua pekan sebelum hari raya Idul Fitri namun kini tugas dilakukan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19 bersama petugas medis lainnya,” terang Iksan saat ditemui Cendana News, Jumat (1/5/2020).
Tugas yang diemban menurutnya tidak seperti biasanya sebab sebagai petugas medis ia harus menerapkan protokol kesehatan, salah satunya dengan Alat Pelindung Diri (APD). Jenis APD yang dikenakan meliputi hazmat suit cover all, masker, pelindung mata (google), pelindung wajah, sarung tangan medis, sepatu pelindung.
Dalam kondisi cuaca panas, ia menyebut kerap gerah mengenakan baju hazmat. Namun masih banyaknya penumpang dengan bus, kendaraan pribadi asal pulau Jawa tujuan Sumatera masih terjadi.
“Setiap kendaraan dengan nomor polisi asal pulau Jawa diperiksa suhu tubuh dengan thermo gun apalagi berasal dari zona merah penyebaran Covid-19,” terang Iksan.
Iksan menyebut pada kondisi normal seharusnya ia bisa berlibur saat hari buruh. Suhu panas saat menjalankan puasa Ramadan juga dikesampingkan ketika mengenakan baju hazmat lengkap.
Selama bertugas dengan sistem bergantian, rata rata dalam sehari ada sekitar 50 hingga 100 orang diperiksa suhu tubuh. Pemeriksaan hanya dilakukan pada kendaraan pribadi. Selain pemeriksaan penumpang petugas kesehatan yang ditugaskan melakukan proses penyemprotan disinfektan bagi kendaraan.
Petugas medis lain, Agus Hariyadi menyebut bekerja secara bergantian. Tugasnya mencatat setiap pemudik yang akan pulang kampung di wilayah Sumatera. Ia menyebut tugas di posko gugus tugas cukup beresiko tinggi. Sebab kontak fisik dengan penumpang asal Pulau Jawa terutama dari zona merah berpotensi terjadi.
“Kuncinya harus tetap menjaga daya tahan tubuh,menerapkan protokol kesehatan dengan APD yang disediakan,” cetusnya.
Erwin, salah satu petugas dari Dishub Lamsel menyebutkan, dalam sekali tugas dikerahkan sebanyak 5 orang selama 12 jam dan setiap harinya bergantian. Personil Dishub bertugas melakukan pendataan nomor kendaraan, jumlah penumpang masuk ke Sumatera.
Selama bertugas Erwin dan personil lain menyebut tetap menjalankan protokol kesehatan. Selain mengenakan masker, personil yang bertugas tetap rutin melakukan cuci tangan dengan sabun, memakai hand sanitizer. Tugas dengan resiko terpapar Covid-19 disebutnya tetap dijalannkan bahkan ketika hari buruh yang seharusnya menjadi hari libur baginya.