Pesisir Selatan Perpanjang Lagi Waktu Belajar di Rumah
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
PESISIR SELATAN — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kembali memutuskan untuk memperpanjang waktu belajar di rumah dalam suasana pandemi Covid-19. Perpanjangan ini merupakan yang ketiga kalinya dilakukan di daerah setempat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pesisir Selatan, Suhendri mengatakan, kebijakan itu diambil karena melihat situasi dan kondisi yang masih belum begitu baik. Makanya atas izin dari Bupati Hendrajoni, perpanjang waktu belajar di rumah bagi siswa di Pesisir Selatan sampai tanggal 2 Juni 2020 mendatang.
“Perpanjangan waktu kali ini juga ditambah dengan libur lebaran. Kita berharap setelah lebaran berakhir, persoalan Covid-19 ini juga bisa berakhir pula. Kasihan juga melihat anak-anak yang mungkin rindu dengan suasana sekolahnya,” katanya, melalui pesan singkat, Kamis (14/5/2020).
Dalam perpanjangan waktu belajar di rumah pada masa darurat Covid-19 ini, Suhendri meminta pihak sekolah tetap waspada, dan mengontrol kegiatan home learning siswa,
agar tetap terkendali. Jika tidak, pelajaran yang diberikan tidak dipahami dengan baik.
Suhendri juga mengharapkan agar tenaga pendidik tetap selalu memonitor siswanya, agar tetap beraktivitas di rumah dan pembelajaran diisi dengan kegiatan ibadah, di antaranya mengisi buku catatan Ramadan.
“Kita berharap siswa tetap produktif walaupun kegiatan belajar di rumah, semoga Covid-19 cepat selesai sehingga proses belajar mengajar bisa kembali normal,” ucapnya.
Sebelumnya, pihaknya juga sudah meliburkan siswa dan telah diperpanjang 2 kali, yang pertama dari 20 Maret hingga 2 April 2020. Lalu diperpanjang hingga 30 April, dan kali ini diperpanjang hingga 2 Juni mendatang.
Menanggapi adanya perpanjangan waktu belajar di rumah, Winda, orang tua siswa mengatakan, ada sisi baiknya. Baginya, selama ini hanya bisa menamani anaknya mengisi tugas sekolah di rumah, lalu menerima lapor sekolah setiap semester. Namun dengan adanya kondisi seperti ini, ia bisa mengetahui perkembangan anaknya.
“Bagi saya tidak ada persoalan jika belajar di rumah ini diperpanjang. Karena ada senangnya juga, saya bisa tahu bagaimana perkembangan anak saya. Seperti apa keseriusan belajarnya, dan seperti apa pula dalam menjawab soal-soal yang diberikan,” ujarnya.
Winda menyebutkan dalam kondisi normal belajar di sekolah, anaknya yang kini duduk di kelas III SD daerah Pesisir Selanta itu, terbilang cukup bagus. Tapi persoalan yang dilihat setelah anaknya pulang dari sekolah, pulang ke rumah sering telat, mungkin saja pergi main duluan.
Dengan adanya kebijakan pemerintah untuk belajar di rumah dan kini diperpanjang kembali dan bahkan sampai libur lebaran, adalah langkah yang bagus. Apalagi kini situasi di luar rumah sangat tidak aman, karena adanya Covid-19.