Mendekati Lebaran, Konsumsi BBM-LPG Masih Cenderung Turun

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Memasuki minggu ketiga bulan puasa, tingkat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun LPG masih cenderung turun. Secara umum penjualan BBM di SPBU-SPBU mengalami penurunan antara 25-30 persen.

“Sampai saat ini konsumsi BBM dan LPG cenderung turun dibanding hari normal. Kita sangat memahami hal tersebut, sebab secara nasional memang ada larangan untuk mudik sebagai dampai pandemi Covid-19,” kata Sales Branch Manager Pertamina Cilacap, Andeka Sangraga Hutapria, Selasa (12/5/2020).

Meskipun permintaan menurun, lanjutnya, namun persiapan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik tetap dilakukan. Sehingga kantong-kantong BBM tetap dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan BBM, jika ada kenaikan permintaan.

“Persiapan untuk menghadapi lebaran tetap kita lakukan, misalnya dengan menyiapkan kantong-kantong BBM, antara lain di Sampang, Cilacap. Sehingga jika sewaktu-waktu ada SPBU yang kehabisan stok, langsung bisa kita suplai dari kantong terdekat,” jelasnya.

Sales Branch Manager Pertamina Cilacap, Andeka Sangraga Hutapria, Selasa (12/5/2020) di kantor Hiswana Migas Banyumas. -Foto: Hermiana E. Effendi

Begitu pula dengan kebutuhan LPG subsidi 3 kilogram. Pertamina Cilacap tetap menyiapkan back up stok, meskipun konsumsi masih cenderung turun hingga 15 persen.

Penurunan konsumsi LPG ini, kata Andeka, disebabkan banyaknya rumah makan serta warung-warung yang tutup. Padahal mereka merupakan pasar dominan LPG, disamping rumah tangga.

“Yang sekarang masih berjalan hanya untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga serta beberapa warung makan. Untuk restoran atau rumah makan besar, sebagian besar tutup dan tidak beroperasi,” katanya.

Andeka menegaskan, pihak tetap menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan kebutuhan masyarakat baik BBM maupun LPG terpenuhi. Untuk LPG, juga tetap disiapkan pangkalan siaga untuk menyuplai kebutuhan LPG.

“Kita juga selalu koordinasi dengan pemkab setempat, titik-titik mana saja yang membutuhkan suplai LPG lebih. Misalnya, untuk saat ini di tempat karantina GOR Satria, kebutuhan LPG cukup banyak untuk keperluan dapur umum dan kita suport di situ,” terangnya.

Kordinator Bidang Elpiji 3 Kilogram Hiswana Migas Banyumas, Jati Wibowo mengatakan, saat ini hampir semua jalan yang masuk ke perkampungan diberi portal. Ia berharap, khusus untuk distribusi LPG, pihak desa supaya memperbolehkan masuk, sebab hal ini termausk suplai kebutuhan masyarakat.

“Sejauh ini memang belum ada penolakan, namun portal jalan semakin banyak, sehingga kita terkadang khawatir dengan situasi di lapangan. Selain itu juga terkait pemberlakuan jam malam di Kabupaten Banyumas yang diberlakukan lebih awal yaitu jam 20.00 WIB. Sementara terkadang pengisian LPG di SPBE baru berlangsung sore hari, jadi mohon ada kebijakan tersendiri terkait distribusi LPG ini dan masyarakat juga harus diberi pemahaman,” tuturnya.

Lihat juga...