Keuskupan Tanjungkarang Tetap Gelar Ibadah Mingguan Secara Virtual

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Keuskupan Tanjungkarang, Lampung tetap gelar ibadah ekaristi mingguan secara virtual via live streaming. Selama masa pandemi Covid-19 mengikuti protokol kesehatan dengan tidak menggelar ibadah di gereja.

Hingga perayaan ekaristi Sabtu Paskah VII, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, uskup keuskupan Tanjungkarang tetap memimpin masa terakhir Paskah secara virtual.

Pada homilinya, pemimpin umat Katolik seluruh Lampung itu mengingatkan agar tetap mengimani Tuhan dalam segala kondisi. Sesuai dengan bacaan Injil Yohanes 21:20-25 dalam tugas perutusan Petrus diajak mengikuti Yesus sebagai jalan, kebenaran dan kehidupan. Makna mendalam pesan Yesus untuk tetap fokus pada tujuan yang telah ditentukan.

Sebagai manusia umat Katolik diingatkan bahwa Tuhan tidak bisa didikte seperti mesin yang memenuhi keinginan manusia. Manusia kerap memohon dalam doa agar permintaan selalu dikabulkan. Padahal Tuhan memiliki kehendak untuk mengabulkan, tidak mengabulkan, menunda atau tidak sama sekali mengabulkan permohonan.

“Tuhan pasti akan bergegas menolong manusia sesuai dengan kebutuhan seperti setelah kenaikan-Nya ke surga ia menjanjikan Roh Kudus yang akan menyertai hingga akhir zaman,” tegas Mgr. Yohanes Harun Yuwono dalam homilinya secara virtual, Sabtu (30/5/2020).

Dalam konteks masa pandemi Covid-19 setiap umat berharap dan berdoa agar virus tersebut cepat berlalu. Tatanan normal yang baru diharapkan bisa mengembalikan ibadah umat di gereja. Namun sesuai dengan kehendak Tuhan yang akan membantu manusia untuk meredakan virus tersebut, namun waktu-Nya harus ditunggu dengan penuh kesabaran.

Seperti Gereja Katolik yang selama hampir dua bulan menjalankan ibadah di rumah sekaligus menantikan Pentakosta. Semenjak masa Rabu Abu, Paskah hingga Hari Raya Paskah umat Katolik tetap dianjurkan melakukan ibadah dari rumah dan secara virtual. Tanpa mengurangi makna untuk tetap beribadah, sejumlah devosi tetap bisa dilakukan meliputi novena dan Rosario sepanjang bulan Mei.

“Hingga hari raya Pentakosta atau datangnya Roh Kudus Minggu esok, ibadah tetap dijalankan di rumah sembari mendoakan agar Covid-19 berakhir,” ujar bapa uskup.

Hingga batas waktu yang belum ditentukan umat Katolik di Lampung melakukan ibadah di rumah. Aloysius Rukun Haryoto, salah satu tokoh umat Katolik di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan menyebut normalnya ibadah dilakukan di gereja. Namun selama dua bulan terakhir umat melakukan ibadah pada rumah masing masing.

“Kami tetap menjalankan ibadah di rumah meski pemerintah telah melakukan kenormalan yang baru,” terang Aloysius Rukun Haryoto.

Sesuai tradisi Gereja Katolik perayaan Paskah dilakukan hingga memasuki pekan VII hingga Sabtu (30/5). Pada Minggu (31/5) setelah masa Paskah berakhir perayaan Pantekosta sebagai hari raya datangnya Roh Kudus diperingati. Meski belum ada keputusan untuk memperbolehkan ibadah, umat tetap beribadah secara kelompok.

Diikuti secara terbatas oleh sejumlah keluarga sejak awal April ibadah memakai protokol kesehatan. Setiap umat yang mengikuti ibadah di rumah hanya diikuti keluarga terdekat dengan memakai masker, mencuci tangan. Ia menyebut ketentuan melakukan ibadah di gereja harus seizin gugus tugas Covid-19, kepala desa hingga camat dimana gereja berada.

“Kami tetap menjalankan ibadah di rumah dan terkadang mengikuti perayaan secara live streaming,” terang Aloysius Rukun Haryoto.

Namun dalam sejumlah keterbatasan, sejumlah umat tidak memiliki fasilitas memadai. Cara yang ditempuh dengan melakukan ibadah keluarga. Ibadah tersebut dibatasi hanya oleh anggota keluarga dan umat satu lingkungan. Ibadah keluarga tetap dilakukan agar umat tetap memenuhi kewajiban sebagai anggota gereja Katolik.

Lihat juga...