Karantina GOR Satria Banyumas Nyaris Penuh
Editor: Koko Triarko
PURWOKERTO – Banyaknya pemudik yang pulang ke Kabupaten Banyumas menyebabkan kapasitas karantina di GOR Satria, nyaris penuh. Hal tersebut menggerakan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) untuk membuka tempat karantina, memanfaatkan bangunan rumah sakit pendididikan UMP.
Gedung tersebut bisa menampung pemudik hingga 100 orang, dan tempatnya juga sangat nyaman. Selain dilengkapi fasilitas AC, tempat tidurnya juga berkasur dan bantal.
“Kalau pemudik suruh memilih, pastinya memilih di rumah sakit UMP ini, ada AC, kasur empuk, kalau di karantina GOR Satria hanya menggunakan velbed yang kita pinjam dari TNI dan tanpa AC,” kata Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, saat melihat kondisi gedung rumah sakit UMP, Selasa (12/5/2020).

Wabup menyampaikan, daya tampung GOR Satria sebanyak 320 orang, kemarin jumlah penghuni yang karantina sudah mencapai 297 orang. Namun, kemudian beberapa desa mulai menyiapkan tempat karantina, setelah menteri keuangan memperbolehkan dana desa dipergunakan untuk penanggulangan Covid-19.
“Tentunya tempat karantina yang kita siapkan, baik di GOR Satria maupun di desa-desa, tidak sebagus karantina yang diberikan oleh UMP, sehingga saya mewakili Pemkab Banyumas mengucapkan banyak terima kasih kepada UMP yang selalu turut membantu masyarakat Banyumas dalam segala situasi,” tuturnya.
Rektor UMP, Dr. Anjar Nugroho, menyampaikan pihaknya menyadari meskipun sudah ada larangan mudik, namun gelombang pemudik yang masuk ke Banyumas tidak bisa dibendung. Mengingat banyak warga Banyumas yang bekerja di luar kota.
“Untuk memutus penularan Covid-19, maka pemudik yang pulang wajib menjalani karantina selama 14 hari. Dan, melihat karantina di GOR Satria yang jumlahnya terus bertambah, sudah mencapai ratusan orang, kami tergerak untuk menyerahkan gedung rumah sakit ini kepada pemkab, guna dijadikan tempat karantina sementara waktu,” terangnya.
Lebih lanjut Rektor mengatakan, UMP juga tengah berupaya untuk membangun laboratorium yang bisa melayani tes swab Covid-19. Mengingat, untuk melakukan tes swab, masih harus dikirim keluar kota dan hasilnya baru akan diterima dalam waktu 7-10 hari ke depan.
“Jumlah yang positif Covid-19 maupun jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terus bertambah, sehingga kita butuh untuk bisa mempersingkat waktu tes swab,” kata Rektor.