Jelang Idul Fitri, Penjualan Daging Sapi di Lamsel Meningkat

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Sepekan jelang hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah penjualan daging sapi di Lampung Selatan (Lamsel) meningkat. Nurhadi, pedagang daging sapi di Desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang menyebutkan, penjualan bahkan tidak terpengaruh dengan adanya temuan daging babi menyerupai daging sapi di wilayah Bandung, Jawa Barat.

Memastikan kondisi daging sapi tidak dioplos dengan daging babi, ia membeli langsung dari rumah potong hewan (RPH). Proses pemotongan sapi di RPH Sidomulyo disebutnya langsung mendapat pengawasan langsung dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamsel.

“Prosedur penjualan daging sapi harus melalui sejumlah proses sehingga kecil kemungkinan untuk penyelewengan, lagi pula saat proses penjualan di pasar juga petugas dari Dinas Peternakan masih tetap melakukan pengecekan,” terang Nurhadi saat ditemui Cendana News, Sabtu (16/5/2020).

Pengecekan di lapangan oleh petugas menurutnya menghindari penjualan daging sapi yang dioplos dengan daging sapi. Proses penjualan tidak dilakukan dengan pengemasan atau dalam bentuk daging beku. Proses pengirisan daging sebelum ditimbang akan langsung disaksikan oleh pembeli.

Meski ada temuan di pasar Bandung daging babi yang dibuat mirip daging sapi tidak mempengaruhi penjualan. Harga daging sapi menurutnya tetap stabil di kisaran Rp120.000 hingga Rp130.000 per kilogram.

Serupa dengan Nurhadi pedagang sapi lain, Karlan menyebutkan, penjualan meningkat. Berjualan di pasar tradisional Sri Pendowo ia menyediakan rata rata 200 kilogram.

“Sepekan jelang Idul Fitri yang saya jual rata rata satu ekor sapi dan satu ekor kambing,” cetusnya.

Daging sapi seharga Rp130.000 dan daging kambing Rp80.000 per kilogram, kedua jenis daging tersebut diminati.

Suyatinah, warga setempat mengaku akan membeli dagiang  saat punggahan. Pasar punggahan menurutnya kerap digelar sehari jelang Idul Fitri dimana dominan pedagang daging sapi, kambing untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menghindari adanya pemalsuan daging ia menyebut memilih membeli daging sapi secara komunal. Pembelian daging sapi dilakukan dengan arisan bersama sekitar 20 orang warga lain. Arisan dilakukan dengan menyetor uang sekitar Rp500.000 dan akan dibelikan satu ekor sapi. Setelah dibeli proses penyembelihan akan dilakukan sehari jelang Idul Fitri dan dibagikan kepada peserta arisan.

Lihat juga...