Hari ini, Komet Swan Berada pada Titik Terdekat dengan Bumi

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

JAKARTA — Komet Swan atau lengkapnya C/2020 F8 SWAN yang sudah mulai diamati sejak bulan kemarin oleh para pecinta langit, diperkirakan akan mendekati Bumi pada hari ini. 

Astronom POJ Widya Sawitar saat dihubungi, Selasa (12/5/2020) – Foto Ranny Supusepa

Staf Astronomi Planetarium dan Observatorium Jakarta (POJ), Mohammad Rayhan menyatakan, komet swan sudah muncul sejak lama dengan dengan kecerlangan yang gradual.

“Di awal Mei kemarin magnitudonya sempat menyentuh angka 5 namun saat aku potret beberapa hari yang lalu, sempat meredup ke magnitudo 6-7,” kata Rayhan saat dihubungi, Selasa (12/5/2020).

Ia menyebutkan pada tanggal 12 Mei ini, Komet Swan akan berada dalam posisi terdekat dengan Bumi. Pada tanggal 26 Mei nanti akan berada dalam posisi terdekat dengan Matahari.

“Komet ini sedang dalam perjalanan mengelilingi matahari maka sebelum dia berhasil mengitari matahari, dia terlebih dulu mendekat ke Bumi,” ujarnya.

Dari Bumi, menurutnya, titik terdekat komet terhadap bumi bisa memberikan kecerlangan puncak karena jaraknya yang dekat.

“Meski begitu, setelah mengalami titik terdekat ke Bumi, sebuah komet terkadang bisa menjadi lebih terang karena efek radiasi matahari yang membuat inti komet tersublimasi bisa lebih maksimal, sehingga membuat inti komet lebih berpijar. Sayangnya, meski bisa lebih terang, namun akan lebih sulit terlihat dari Bumi karena sudutnya yang terlalu dekat dengan Matahari,” ujarnya lebih lanjut.

Setelah nanti berhasil mengitari matahari, sebuah Komet non periodik akan memiliki dua kemungkinan.

“Pertama, dia akan berhasil bertahan dari gravitasi dan radiasi Matahari sehingga akan melanjutkan orbitnya dan menuju pinggiran tata surya tempat dia berasal. Atau, dia tidak akan bertahan dan akhirnya hancur, seperti yang nampaknya terjadi pada Komet C/2019 Y4 Atlas yang terfragmentasi beberapa saat yang lalu dalam perjalanannya mengitari Matahari,” ucap Rayhan.

Astronom POJ Widya Sawitar menyampaikan bahwa komet ini pertama kali diketahui keberadaannya oleh astronom Michael Mattiazzo dengan menggunakan kamera SWAN yang ada di kapal ruang angkasa Solar and Heliospheric Observatory (SOHO).

“Menurut data, komet Swan ini mengelilingi Matahari dalam periode 25 juta tahun. Diperkirakan, terakhir kali terlihat di tata surya adalah pada zaman Oligosen,” ujarnya saat dihubungi terpisah.

Pada tanggal 2 Mei 2020, Komet Swan ini berada pada jarak 6 menit cahaya dari Bumi yaitu di sekitar Konstalasi Cetus dan Konstalasi Aquarius.

“Diperkirakan akan berada dalam posisi terdekat dengan Bumi hari ini dan akan menyentuh perihelionnya pada tanggal 27 Mei nanti,” pungkasnya.

Lihat juga...