Hanya 8 Juta dari 60 Juta UMKM Manfaatkan Internet

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Belanja online kini makin populer di tengah masyarakat, seiring diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sayangnya, dari total 60 juta Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM), hanya sekitar 8 juta UMKM yang telah memanfaatkan media platform digital e-commerce untuk memasarkan produknya.

“Padahal, menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2019, jumlah penduduk Indonesia yang sudah mengakses internet mencapai 171 juta. Potensi e-commerce Indonesia sendiri diprediksi mencapai US$82 miliar di 2025 (Google, Temasek, Bain & Co, 2019),” terang Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Jakarta, Kamis (14/5/2020).

Airlangga mengakui, bahwa pemerintah menyadari tidak semua UMKM mengenal teknologi digital atau e-commerce. Karenanya, dibutuhkan pelatihan kepada para pelaku UMKM agar peluang untuk merambah pasar digital kian terbuka.

“Kami sudah menyiapkan pelatihan bagi UMKM agar dapat menjalankan bisnis secara online. Berbagai konten pendidikan akan disediakan dan dapat diakses secara gratis,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan program pelatihan UMKM online ini bukanlah “obat manjur” yang seketika mampu meningkatkan penjualan. Tetapi, para pengusaha UMKM tetap perlu tekun dan konsisten dalam menjalankan usahanya.

“Pelajari, coba terapkan, belajar dari komunitas, dan komunikasi dengan platform harus terus dilakukan sebagai proses pembelajaran,” imbuhnya.

Dalam satu-dua tahun ke depan, interaksi sosial diprediksi tidak akan banyak berubah dari saat ini, yaitu dengan menjaga jarak fisik. Sehingga, kegiatan perekonomian akan banyak dilakukan secara less physical contact sebagai bagian dari the new normal. Karena itu, pelatihan online bagi UMKM bukan hanya untuk menjawab permasalahan saat ini, tetapi juga menjadi persiapan masa depan.

Selain itu, Airlangga juga menyampaikan pihaknya telah menggandeng para pelaku digital, bergotong-royong memberi dukungan konkret bagi pelaku UMKM online untuk menampilkan produknya melalui Gerakan #BanggaBuatanIndonesia.

“Gerakan ini bukan hanya acara sesaat, tapi akan menjadi gerakan berkelanjutan dan didukung oleh berbagai program penguatan UMKM sebagai pilar perekonomian nasional. Dan, ini akan jadi momentum kebangkitan produk-produk Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menjelaskan melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), pemerintah antara lain akan memberikan subsidi bunga perbankan kepada debitur UMKM.

“Memang, salah satu kelompok yang paling terdampak pandemi ini adalah UMKM. Isu yang mereka hadapi sangat kompleks, mulai dari tidak lancarnya cash flow, terbatasnya akses bahan baku, berkurangnya permintaan, sampai kepada isu pemutusan hubungan kerja (PHK),” kata Menkeu.

Kondisi tersebut, sambung Menkeu, tidak memungkinkan UMKM menjadi penyangga perekonomian nasional seperti saat krisis keuangan dan ekonomi pada 1998 dan 2008.

“Kita akan benar-benar mendesain mekanisme pemulihan ekonomi nasional yang terbaik dalam setiap kebijakan fiskal, utamanya untuk mendukung UMKM,” pungkasnya.

Lihat juga...