Dishub Perluas Pembatasan Lalu-lintas di Kota Purwokerto

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas mulai memperluas pembatasan pergerakan lalu-lintas di wilayah Kota Purwokerto. Setelah kawasan Alun-Alun Purwokerto ditutup, sekarang ditambah dengan penutupan lima ruas jalan utama.

Kepala Dinhub Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, mengatakan mulai Rabu malam diberlakukan penutupan di lima ruas jalan utama mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB pagi. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalkan kerumunan massa.

“Jadi ada penambahan lima ruas jalan yang ditutup, ada yang ditutup total dan ada yang hanya diberlakukan satu arah, aturan perluasan pembatasan lalu-lintas ini mulai diberlakukan tadi malam,” kata Agus Nur Hadie, Kamis (14/5/2020).

Lima ruas jalan utama yang ditutup, yaitu Jalan Prof. Soeharso, mulai dari pertigaan Hotel Meotel hingga pertigaan Mangunjaya, kemudian Jalan Dr. Angka mulai dari perempatan Hotel Aston sampai dengan perempatan Hotel Java Heritage, Jalan RA Wiryaatmaja mulai dari Makodim 0701/Banyumas hingga pertigaan Pasar Manis, lalu Jalan Jenderal Soedirman mulai dari perempatan Srimaya sampai dengan perempatan Sri Ratu dan Jalan Merdeka.

“Untuk Jalan Jenderal Soedirman kita tutup total mulai pukul 20.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB pagi, begitu pula dengan Jalan RA Wiryaatmaja dan Jalan Dr. Angka. Sedangkan untuk Jalan Merdeka diberlakukan satu arah ke selatan dan Jalan Prof. Soeharso depan GOR Satria diberlakukan satu arah ke timur,” jelasnya.

Lebih lanjut Agus Nur Hadie mengatakan, setelah penambahan perluasan penutupan ruas jalan tersebut, pihaknya akan melihat perkembangan situasi terlebih dahulu. Jika masyarakat benar-benar disiplin dan mematuhi aturan, sehingga tidak ada lagi aktivitas serta kerumunan di malam hari, maka tidak akan diperluas lagi. Sebaliknya, jika masih tetap ada kerumunan, penutupan ruas jalan akan diperluas lagi.

Kabupaten Banyumas sangat serius dalam upaya pemutusan penyebaran Covid-19. Selain penutupan ruas jalan, operasi penggunaan masker juga terus dilakukan hingga ke wilayah pelosok dan perbatasan.

Kepala Satpol PP Banyumas, Imam Pamungkas, mengatakan, sebagian besar pelanggaran penggunaan masker justru di wilayah perbatasan, yaitu dari masyarakat kabupaten lain. Mengingat baru Kabupaten Banyumas yang melakukan operasi masker sampai dengan pemberlakuan sanksi bagi yang melanggarnya.

“Seperti di perbatasan wilayah Banyumas-Purbalingga, banyak ditemukan yang tidak menggunakan masker, tetapi sebagian besar merupakan warga Purbalingga, sehingga kita larang untuk masuk ke Banyumas,” tuturnya.

Salah satu warga Kota Purwokerto, Driyanto, mengatakan sangat mendukung penutupan jalan-jalan pada malam hingga pagi hari, mengingat mendekati lebaran ini, jalanan mulai ramai kembali. Masyarakat mulai banyak yang melakukan aktivitas di luar rumah dan memadati pusat-pusat pertokoan.

“Toko baju di Jalan Jenderal Soedirman itu mulai penuh, bahkan parkiran sepeda motor sampai di bahu jalan, belum lagi toko-toko di kawasan Pasar Wage, orang mulai nekad keluar rumah demi berbelanja baju lebaran,” katanya.

Lihat juga...