Eks Penumpang KM Lambelu Kembali Jalani Rapid Test

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Tim kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali melakukan rapid test kepada bekas penumpang kapal KM. Lambelu yang menjalani karantina mandiri.

Pemeriksaan rapid test ini sudah dilakukan ketiga kalinya dimana sebelumnya dua kali telah dilakukan kepada 179 eks penumpang kapal Lambelu saat sedang menjalani karantina terpusat di gedung Sikka Convention Center (SCC) dan aula rumah jabatan bupati Sikka.

“Saat pemeriksaan rapid test kedua ada 9 orang yang reaktif maka dilakukan rapid test lagi terhadap eks penumpang kapal Lambelu yang sedang menjalani karantina mandiri,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Clara Y. Francis, Jumat (1/5/2020).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Clara Y. Francis, saat ditemui di lokasi karantina mandiri di Desa Darat Gunung Kecamatan Talibura, Jumat (1/5/2020) sore. -Foto: Ebed de Rosary

Dikatakan Clara pihaknya ingin memastikan saja jangan sampai ada infeksi baru ketika mereka menjalani karantina mandiri baik di rumah maupun di tempat yang sudah disediakan pihak desa dan kelurahan.

Rata-rata bekas penumpang kapal yang diperiksa suhu tubuhnya di bawah 38 derajat Celsius dan masih berada di batas normal dan hampir semua orang yang akan menjalani pemeriksaan bersikap koperatif.

“Rata-rata semua peserta koperatif dan sebelum dilakukan pemeriksaan, kami sudah menginformasikan kepada pihak desa, kecamatan dan Puskesmas di masing-masing wilayah. Makanya bekas penumpang kapal yang akan diambil sampel darahnya sudah mengetahuinya,” terangnya.

Robertus Nong, salah seorang penumpang KM. Lambelu yang menjalani karantina mandiri bersama lima teman lainnya di sebuah rumah yang disewa Pemerintah Desa Darat Gunung Kecamatan Talibura mengaku senang menjalani pemeriksaan.

Robertus mengaku harus menjalani karantina mandiri bersama semua temannya bekas penumpang kapal Lambelu setelah karantina terpusat selama 14 hari di kota Maumere. Semua kebutuhan makan dan minum selama karantina mandiri disediakan Pemerintah Desa Darat Gunung.

“Kita senang menjalani pemeriksaan agar bisa diketahui apakah kita sehat atau tidak. Dengan adanya pemeriksaan maka saat kembali ke rumah juga tidak takut berkumpul dengan anggota keluarga di rumah,” ujarnya.

Kepala Desa Nangahale Kecamatan Talibura, Sahanudin mengakui ,untuk Kecamatan Talibura bekas penumpang kapal Lambelu paling banyak berasal dari desanya dan semuanya menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

“Kami paling banyak bekas penumpang Lambelu untuk Kecamatan Talibura sebanyak 12 orang. Semuanya menjalani rapid test dan sempat ada satu perempuan yang tidak mau sehingga dijemput anggota polisi di rumahnya,” ungkapnya.

Disaksikan Cendana News pengambilan sampel darah  untuk rapid test di Kecamatan Waigete dilakukan di Puskesmas Waigete sementara untuk Kecamatan Talibura Desa Nangahale dilakukan di kantor Desa Nangahale.

Petugas kesehatan yang menggunakan APD lengkap juga bekeliling ke rumah satu keluarga eks penumpang KM. Lambelu di Desa Talibura untuk mengambil sampel darah suami isteri beserta seorang bayi dan anaknya yang berusia sekitar 8 tahun.

Petugas kesehatan juga hingga pukul 16.15WITA masih melakukan pengambilan sampel darah terakhir terhadap enam orang di Desa Darat Gunung yang karantina mandiri di sebuah rumah.

Pengambilan sampel darah terakhir dilakukan terhadap sembilan orang  asal Desa Wailamun dan Lewomada dilalukan di SDI Baokremot Desa Wailamun. Semua sampel darah Kecamatan Talibura diperiksa di laboratorium Puskesmas Watubaing Kecamatan Talibura.

Lihat juga...