Alpukat Buah Favorit, Sumber Penghasilan bagi Petani
Editor: Makmun Hidayat
LAMPUNG — Buah alpukat (Persea americana) jadi buah favorit sumber penghasilan bagi petani sepanjang waktu. Salah satu buah yang identik dengan warna hijau dengan dagingnya kerap dibuat es buah, jus tersebut bisa dipanen sepanjang waktu.
Sahbana, salah satu petani di Desa Kelawi,Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) menyebut bisa memanen buah alpukat setiap pekan.
Pohon alpukat menurutnya bisa dipanen sepanjang waktu sesuai dengan masa pembuahan setiap pohon. Sebab saat proses pemanenan buah alpukat dalam satu pohon bisa mencapai 20 hingga 50 kilogram. Usai dipanen sebagian batang pohon alpukat mulai bertunas, berbunga dan sebagian siap dipanen. Buah yang dipanen bisa memberinya penghasilan rutin.
Sahbana menyebut pohon alpukat memiliki tahap panen penyelang, panen raya. Saat panen penyelang sebagian pohon alpukat tetap berbuah namun hasilnya kurang maksimal. Sebaliknya saat panen raya perpohon bisa menghasilkan sekitar 2 kuintal. Jarak antara panen penyelang dan panen raya ia masih bisa menghasilkan puluhan kilogram.
“Saya menerapkan pola tanam dengan metode top working menggunakan stek pohon berkualitas sehingga dalam setahun bisa dipanen beberapa kali normalnya setahun sekali menyesuaikan cuaca dan iklim,” terang Sahbana saat ditemui Cendana News, Sabtu (9/5/2020).
Setelah musim buah penyelang ia bisa memprediksi panen raya atau besar berikutnya sekitar bulan Agustus. Faktor cuaca menurutnya sangat mempengaruhi pertumbuhan buah alpukat. Namun ia bisa mendapat hasil buah dari sejumlah petani yang memiliki pohon dengan sistem borongan. Sistem borongan membuat ia bisa memasok buah alpukat dalam jumlah banyak ke Cilegon, Banten.

Muzani, salah satu pengepul buah alpukat mengaku mengirim sebanyak lima kuintal perpekan. Saat bulan Ramadan bersamaan dengan masa panen penyelang ia mendapatkan buah alpukat dari petani. Petani menjual alpukat kepadanya dengan harga mulai Rp10.000 dan dijual ke pengepul besar Rp14.000 per kilogram.
Satu kilogram buah alpukat kualitas biasa menurnya berisi sebanyak 5 buah. Kualitas sedang berisi sebanyak 3 buah alpukat dan kualitas super 2 buah perkilogram. Buah alpukat yang bisa dipanen sepanjang waktu memberi penghasilan bagi petani, pengepul. Selain itu bisa memutar roda perekonomian terutama bagi pemilik usaha kuliner.
“Panen buah alpukat akan menguntungkan pelaku usaha kuliner terutama bulan Ramadan, es buah alpukat banyak diminati,” cetusnya.
Muzani menyebut buah alpukat yang dijual kerap dalam kondisi mentah. Kondisi mentah menurutnya akan memudahkan proses distribusi. Sebab alpukat mentah tersebut akan matang sepekan setelah dikirim. Buah alpukat dari sejumlah pohon milik petani akan dibeli untuk pengiriman tahap berikutnya. Alpukat jenis mentega yang dijual banyak digunakan untuk pembuatan es buah,jus.
Suminah dan Suharti, pedagang minuman es buah berbahan alpukat mengaku mudah mendapatkan buah tersebut. Sebab di wilayah Bakauheni sentra alpukat ada di wilayah Desa Kelawi dan sekitarnya. Pembuatan es buah alpukat menurutnya sangat diminati saat bulan ramadan. Alpukat yang dicampur dengan susu,coklat dan es batu kerap jadi menu pilihan berbuka.
“Es alpukat jadi kuliner yang favorit karena memiliki rasa lezat,mengandung vitamin dan lemak untuk daya tahan tubuh,” bebernya.
Membuat es alpukat untuk menu berbuka puasa atau takjil ia menjual perporsi seharga Rp5.000. Selain bisa dijual dalam bentuk es buah alpukat disajikan dengan jus buah. Selama masa ramadan permintaan es buah alpukat yang disajikan bersama dengan kelapa muda. Permintaan es alpukat saat Ramadan menurutnya didukung dengan adanya pasokan buah dari sejumlah petani.