15 OTG Klaster Lambelu di Sikka Kembali ke Rumah
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Setelah menjalani karantina terpusat sejak tanggal 7 April di lokasi karantina yang disediakan pemerintah kabupaten Sikka provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 15 Orang Tanpa Gejala (OTG) klaster Lambelu akhirnya dipulangkan ke rumah masing-masing, Selasa (5/5/2020).
Total yang dipulangkan sebanyak 17 orang sementara menempati lokasi karantina terpusat di bekas kantor dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sikka, dimana 2 orang merupakan pelaku perjalanan.
“Hari ini kami pulangkan sebanyak 17 orang yang dikarantina terpusat. Mereka saat rapid test non reaktif,” kata dr. Santi Delang, staf kesehatan Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 kabupaten Sikka, NTT, Selasa (5/5/2020).
Santi mengatakan, sebanyak 17 OTG ini dipulangkan untuk karantina mandiri di rumah masing-masing karena ada 24 orang yang reaktif sehingga yang tidak reaktif harus dipulangkan agar jangan terkontaminasi dengan yang reaktif.
Sebelum kembali ke rumah kata dia, semua OTG diberikan penjelasan mengenai prosedur yang harus dilakukan selama para OTG ini menjalani karantina di rumah masing-masing agar jangan sampai menularkan kepada anggota keluarganya.
“Kita memberikan penjelasan dan penegasan lagi kepada mereka agar selalu mentaati prosedur karantina seperti pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan jangan keluar rumah kalau tidak ada keperluan yang sangat penting,” terangnya.
Camat Doreng, Polikarpus Manase Mana, saat ditanyai mengatakan, sebanyak 4 OTG eks Lambelu di wilayahnya dijemput menggunakan mobil pick up dan didampingi kepala desa masing-masing.

Polikarpus menambahkan, sebenarnya 2 minggu sebelumnya saat diminta karantina mandiri pihaknya sudah mau menjemput tetapi pihak desa belum siap karena masyarakat masih ada yang tidak siap.
“Sebenarnya ada 5 orang tetapi satu orang lainnya tidak ada keluarga di desa, sebab dia besar di luar daerah. Orang tuanya pun tinggal di Kalimantan sehingga tidak ada yang menampung, maka tetap dibiarkan di lokasi karantina terpusat,” ungkapnya.
Apabila keluarga OTG tersebut kondisi rumahnya tidak memungkinkan tambah Polikarpus, maka eks penumpang kapal Lambelu ini akan dikarantina di Posyandu.
Dia menambahkan, ada 4 warganya eks Lambelu yang reaktif berdasarkan hasil rapid test sehingga tetap melaksanakan karantina terpusat sesuai dengan perintah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Sikka.
“Nanti mereka akan disambut secara adat di perbatasan pintu masuk kecamatan. Menurut kepercayaan kami pembuatan adat ini dilakukan agar segala sesuatu yang kurang baik ditinggalkan dan jangan dibawa ke wilayah kami,” pungkasnya.
Disaksikan Cendana News, sebelum menaiki mobil pick up semua barang bawaan disemprot disinfektan termasuk para OTG tersebut.
Mereka juga diberikan surat dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Sikka yang menerangkan status mereka sehat.
Camat Doreng meminta agar surat tersebut di-foto copy sebanyak 5 lembar untuk dibagikan kepada camat, kepala desa, RW, RT dan satu untuk disimpan.