Sebanyak 3.594 Desa di Aceh Telah Cairkan Dana Desa
BANDA ACEH – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh menyatakan, sebanyak 3.594 gampong atau desa di provinsi itu telah mencairkan dana desa tahap pertama 2020.
Wabah corona tidak menghalangi proses pencairan dana tersebut. “Jadi sekarang dana desa yang sudah cair tahap pertama sebanyak 3.595 desa atau 55,32 persen,” kata Kepala DPMG Aceh, Azhari Banda Aceh, Rabu (15/4/2020).
Di Tanah Rencong, terdapat 6.509 gampong. Dan pencairan tahap pertama tersebut, telah menciptakan uang beredar di tengah masyarakat sebanyak Rp1,153 triliun. “Uang-uang itu sudah ada di rekening desa, sekarang sudah Rp1 triliun lebih, jadi coba bayangkan kalau kegiatan itu efektif kita lakukan, dalam empat bulan ini uang sudah ada di desa dan semestinya sudah ada perubahan-perubahan,” katanya.
Meski di tengah mewabahnya COVID-19, tidak menyurutkan spirit perangkat desa untuk mencairkan dana desa. Bahkan dari catatannya, setiap hari ada laporan desa yang terus melakukan pencairan dana desa. “Kita bersyukur, walaupun kondisi COVID-19 begini, spirit kawan-kawan di lapangan, tenaga pendamping, keuchik (kepala desa), tuha peut, dan aparatur kecamatan, tetap bekerja sehingga setiap hari ada terus yang lakukan pencairan,” katanya.

Menurut Azhari, kondisi tersebut merupakan capaian perdana di provinsi paling barat Indonesia. Selama ini desa di Aceh paling cepat melakukan pencairan dana desa pada akhir Mei. Namun, untuk dana desa 2020, aparatur desa telah mulai melakukan pencairan dana sejak awal Januari.
Diperkirakan pencairan tahap pertama ini akan berakhir pada Juni mendatang. “Kalau dulunya itu dana tahap pertama mulai cair di akhir Mei atau Juni tapi sekarang kita di akhir April sudah 50 persen. Malah desa di Aceh Tamiang sudah mulai (pencairan) tahap kedua,” jelasnya.
Kendati demikian, Pemerintah Aceh juga terus mendorong elemen sipil dan aparatur terkait, untuk tetap mengawasi penggunaan dana desa. Sehingga tidak terjadi penyimpangan dalam penggunaan dana desa. “Jadi ini suatu hal yang luar biasa terjadi ketika semangat untuk mengelola dana desa secara baik itu sudah terbentuk di masyarakat Aceh. Ini kalau untuk Aceh sesuatu yang beda dibandingkan sebelum-sebelumnya,” pungkasnya. (Ant)