Rp2,32 Triliun BLT Dana Desa di Jatim Siap Didistribusikan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (16/04/2020) malam – Foto Ant

SURABAYA – Pemprov Jawa Timur (Jatim) menyatakan siap mendistribusikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari dana desa senilai Rp2,32 triliun. Bantuan tersebut dialokasikan untuk jutaan keluarga yang menjadi miskin karena dampak sosial ekonomi pandemik virus Corona (COVID-19).

“Konversi BLT dari potensi dana desa ini maksimal 35 persen atau setara Rp2,32 triliun yang segera didistribusikan kepada keluarga terdampak sosial ekonomi COVID-19,” ujar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (16/4/2020) malam.

Mantan Menteri Sosial itu menyebut, total dana desa yang telah dikucurkan pemerintah pusat untuk seluruh kabupaten dan kota di wilayahnya mencapai Rp7,65 triliun. Khofifah menyebut, saat ini ada sebanyak 1.286.374 keluarga miskin di seluruh kabupaten dan kota wilayah Jawa Timur. “Setiap keluarga akan mendapatkan BLT dari dana desa selama tiga bulan mulai April hingga Juni 2020, masing-masing nilainya Rp600 ribu,” ucapnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menyebut, sasaran BLT dana desa adalah keluarga yang kehilangan mata pencaharian dan belum mendapat bantuan sosial seperti Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial dan tidak tercantum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Selain itu yang menjadi sasaran adalah, keluarga kurang mampu yang memiliki anggota sakit menahun.  “Pendistribusiannya akan dilakukan oleh kepala desa dalam koordinasi bupati atau wali kota di wilayahnya masing-masing,” ujar orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Di sisi lain, berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, hingga Kamis (16/4/2020) pukul 17.00 WIB, jumlah pasien terkonfirmasi positif di wilayah setempat saat ini mencapai 514 orang atau bertambah 15 orang dibanding sehari sebelumnya.

Warga berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 1.717 orang. Data sehari sebelumnya hanyalah 1.621 orang. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) tercatat ada 15.674 orang dan data sehari sebelumnya hanya 15.328 orang. (Ant)

Lihat juga...