Rapid Test Penghuni dan Petugas Karantina di Sleman Negatif
SLEMAN – Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta menyebut, hasil rapid test terhadap penghuni dan petugas di dua selter karantina COVID-19 yang ada Kabupaten Sleman, hasilnya semua negatif atau non-reaktif COVID-19.
“Dari hasil rapid test yang dilakukan terhadap penghuni maupun petugas selter karantina di Asrama Haji Sleman maupun Rusunawa Gemawang, Mlati pada Rabu (29/4/2020), semuanya menunjukkan hasil negatif atau non-reaktif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmaladewi, di Sleman, Rabu (29/4/2020).
Penghuni selter COVID-19 Asrama Haji Sleman sebanyak 31 orang. Yang menempati Gedung Muzdalifah 24 orang dan di Gedung Madinah tujuh orang. “Jumlah penghuni dijemput sebelum selesai masa karantina sebanyak 12 orang, penghuni yang selesai karantina 14 hari, ada 10 orang,” katanya.
Sedangkan jumlah penghuni berdasarkan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 16 orang, status Orang Tanpa Gejala (OTG) pelaku perjalanan Area Transmisi (PPAT) 15 orang. “Hasil rapid test Asrama Haji penghuni karantina untuk 50 orang, semua hasilnya negatif atau non-reaktif,” katanya.
Untuk hasil rapid test tenaga kesehatan di selter karantina Asrama Haji 11 orang, semua hasilnya negatif atau non-reaktif. “Kemudian petugas keamanan Asrama Haji enam orang, semua hasilnya negative atau non-reaktif, petugas kebersihan enam orang semua hasilnya negatif atau non reaktif,” rincinya.
Sementara itu, jumlah penghuni Rusun Gemawang, Mlati sebanyak tiga orang, status OTG-PPAT dengan hasil rapid test semuanya negatif atau non-reaktif. (Ant)